Suara.com - Hidup melajang alias jomblo mau tak mau membuat seseorang banyak melakukan kegiatannya sendiri termasuk makan. Namun tahukah Anda bahwa kegiatan makan sendiri ini bisa membuat seseorang berisiko tinggi mengalami sindrom metabolik.
Hal ini merujuk pada penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity Research & Clinical Practice baru-baru ini. Menurut studi, orang yang sering makan sendirian berisiko dua kali lipat mengalami penyakit sindrom metabolik.
Sindrom metabolik yang berupa tekanan darah tinggi, kolesterol, penyakit jantung, stroke dan diabetes biasanya lebih banyak menyerang lelaki dibandingkan perempuan. Lelaki berisiko 45 persen mengalami sindrom metabolik dan perempuan 29 persen.
"Faktor gaya hidup seperti pola makan dan stres dapat meningkatkan sindrom metabolik. Makan sendiri dapat meningkatkan risiko stres sehingga memicu peningkatan sindrom metabolik," ujar peneliti dilansir Nypost.
Sebagai solusinya peneliti menyarankan siapapun untuk meluangkan waktu berkumpul dengan keluarga atau teman saat makan sehingga dapat meningkatkan suasana hati dan menghalau stres yang jadi penyebab peningkatan risiko sindrom metabolik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi