Suara.com - Kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan meningkat belakangan. Beberapa di antaranya bahkan memilih mengonsumsi sayuran dalam kondisi mentah.
Namun menurut ilmu sains, ada beberapa sayuran yang sebaiknya tidak dikonsumsi dalam kondisi mentah. Alasannya beberapa nutrisi yang terdapat didalamnya tak akan maksimal diserap tubuh ketika dikonsumsi dalam kondisi mentah.
Berikut adalah beberapa sayuran yang sebaiknya tidak Anda konsumsi saat mentah seperti dilansir dari laman TimesofIndia.
1. Tomat
Tomat mengandung lycopene dan antioksidan lainnya yang dapat diserap tubuh lebih baik ketika dimasak. Panas yang dihasilkan melalui proses memasak dapat membantu penyerapan lycopene lebih baik di tubuh kita
2. Kentang
Kentang menjadi lebih enak jika dikonsumsi setelah dimasak. Selain pertimbangan rasa, penelitian juga menunjukkan bahwa ketika kentang dimasak, maka kandungan beta karoten didalamnya akan meningkat.
3. Wortel
Memasak wortel akan mendorong produksi beta karoten pada kecepatan yang lebih tinggi. Beta-karoten sendiri merupakan antioksidan yang dapat memasok vitamin A dalam tubuh kita. Jadi bagi Anda yang terbiasa mengunyah wortel dalam kondisi mentah, pertimbangkan untuk mengolahnya dalam bentuk sup atau menumisnya, ya!
4. Kembang kol
Mengonsumsi kembang kol dalam kondisi mentah tidak baik untuk pencernaan kita. Alasannya nutrisi yang terkandung tidak dapat diserap tubuh dan memperberat kerja usus saat mencernanya. Jadi pastikan Anda mengolahnya sebelum mengonsumsinya ya!
5. Bayam
Selain rasanya akan sangat aneh, mengonsumsi bayam dalam kondisi mentah juga tak akan mendatangkan manfaat positif bagi tubuh kita. Sebaliknya, jika Anda memilih memasak bayam, maka kandungan kalsium, zat besi dan magnesium didalamnya akan mudah diserap tubuh.
Berita Terkait
-
Sisa Sayuran Dapur Bisa Ditanam Kembali: Ini Cara Sederhana Kurangi Sampah Makanan
-
5 Rekomendasi Sayur yang Mudah Ditanam di Pot, Lahan Sempit Bukan Halangan
-
7 Sayuran yang Paling Mudah Ditanam di Rumah, Sehat dan Hemat In This Economy
-
15 Sayuran Serat Rendah yang Aman untuk Lambung, Cegah Kembung dan Gas Berlebih!
-
9 Tips Hidup Hemat dan Ramah Lingkungan: Kurangi Sampah Makanan, Kendalikan Pengeluaran
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!