Lifestyle / Komunitas
Selasa, 23 Juni 2026 | 13:37 WIB
Ilustrasi Penerapan Regrow Pada Daun Bawang (Magnific/Magnific)

Suara.com - Sisa sayuran di dapur sering kali langsung dibuang ke tempat sampah. Akibatnya, sampah organik terus menumpuk dan menjadi limbah. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2025, sampah sisa makanan menjadi jenis sampah terbesar di Indonesia dengan persentase mencapai 40,76 persen.

Padahal, sebagian sisa bahan makanan rumah tangga masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Salah satunya melalui metode regrow, yaitu menanam kembali bagian sayuran yang masih dapat tumbuh sehingga dapat mengurangi limbah sekaligus menghasilkan tanaman baru.

Mengenal Metode Regrow yang Mudah Dilakukan di Rumah

Dilansir dari Gardenary (17/6/2026), prinsip regrow cukup sederhana. Bagian bawah atau bonggol sayuran yang masih segar diletakkan di dalam wadah berisi sedikit air hingga muncul akar dan tunas baru. Setelah itu, tanaman dapat dipindahkan ke media tanam agar tumbuh lebih optimal.

Teknik ini dapat dilakukan hampir di mana saja, mulai dari halaman rumah, balkon, hingga dekat jendela yang memperoleh sinar matahari. Dengan biaya yang sangat minim, metode ini menjadi langkah awal yang mudah bagi siapa saja yang ingin mulai berkebun di rumah.

Jenis Sayuran yang Bisa Ditumbuhkan Kembali

Beberapa jenis sayuran yang relatif mudah ditumbuhkan kembali antara lain daun bawang, seledri, sawi, selada, dan pakcoy. Daun bawang menjadi salah satu pilihan favorit karena hanya membutuhkan sisa akar sepanjang beberapa sentimeter untuk menghasilkan daun baru dalam waktu singkat.

Selain itu, bagian atas wortel maupun bit juga dapat ditanam kembali untuk menghasilkan daun yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan, meskipun tidak akan membentuk umbi baru seperti sebelumnya.

Agar proses regrow berhasil, air sebaiknya diganti setiap dua hingga tiga hari untuk mencegah pembusukan. Tanaman juga perlu ditempatkan di lokasi yang terang, tetapi tidak terkena paparan sinar matahari langsung sepanjang hari. Setelah akar tumbuh kuat, tanaman dapat dipindahkan ke pot berisi campuran tanah dan kompos agar pertumbuhannya semakin baik.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Sayur yang Mudah Ditanam di Pot, Lahan Sempit Bukan Halangan

Langkah Sederhana Menuju Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Menurut Zero Waste Indonesia (17/6/2026), memanfaatkan sisa sayuran untuk ditanam kembali merupakan salah satu cara sederhana mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Kebiasaan ini dapat mengurangi limbah dapur sekaligus menghemat kebutuhan membeli bibit tanaman.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan barang bekas, seperti botol atau wadah air mineral, sebagai pengganti pot sehingga penggunaan barang sekali pakai dapat ditekan. Meskipun hasil panennya tidak selalu sebanyak tanaman yang ditanam dari benih, metode regrow tetap menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan aktivitas berkebun sekaligus mengurangi sampah organik yang dihasilkan setiap hari.

Penulis: Natasha Suhendra  

Load More