Suara.com - Tanya:
Selamat siang Dokter,
Anak saya berusia 9 bulan keluar cairan kental dari telinga tanpa bau. Saya sudah periksakan ke dokter spesialis THT. Kata dokter gendang telinganya pecah akibat batuk dan flu. Dan dokter sudah memberi obat. Apakah gendang telinga anak saya bisa kembali normal, Dok? Dan dalam berapa hari cairan itu akan mengering? Mohon penjelasan dan sarannya, Dok. Terima kasih.
CX
Jawab:
Selamat siang Ibu CX,
Pada dasarnya sebagian besar kasus gendang telinga yang pecah dapat sembuh dalam beberapa minggu tanpa harus melalui prosedur medis tertentu. Terkait dengan kasus infeksi, dokter biasanya memberikan resep antibiotik dalam bentuk obat Tetes. Dan kapan cairan mengering tergantung dari respon pengobatan.
Akan tetapi pada kasus gendang telinga yang tidak kunjung pulih, dokter mungkin akan melakukan tindakan untuk menutup lubang atau sobekan, yaitu dengan cara menambal gendang telinga dengan bahan kimia yang dioleskan pada pinggiran lubang untuk merangsang pertumbuhan jaringan, atau bedah Timpanoplasti atau miringoplasti.
Kami sangat menyarankan untuk selalu mengontrol perkembangan dari kondisi gendang telinga bayi dengan berkonsultasi ke dokter spesialis THT yang telah menangani bayi Anda, sehingga dapat diketahui apakah gendang telinga bayi Anda sudah mulai menutup atau tidak.
Demikian penjelasan yang dapat disampaikan mengenai cara mengatasi gendang telinga yang pecah, semoga membantu, terima kasih.
Dijawab oleh: dr. Yohana Margarita
Sumber: https://meetdoctor.com
Baca Juga: Partai Tommy Soeharto Akui Tampung Pembunuh Aktivis HAM Munir
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental