2. Pisang
Anda sebenarnya bisa memperkenalkan pisang mulai dari usia si kecil empat bulan, tapi idealnya usia yang direkomendasikan untuk memulai makanan padat adalah enam bulan.
Pisang merupakan buah untuk bayi yang sering dijadikan makanan pendamping ASI terbaik. Pasalnya, buah ini memiliki tekstur yang lembut dan halus, jadi tidak menyulitkan si kecil untuk melumat ataupun mencerna.
Selain itu, buah pisang gampang didapatkan dengan harga yang relatif murah. Anda bisa memilih pisang ambon, pisang emas, ataupun pisang susu.
Yang terpenting, pilihlah pisang yang sudah matang jika akan diberikan pada bayi.
Tips memasak bubur pisang:
1. Kupas dan potong pisang menjadi potongan-potongan kecil
2. Tambahkan ASI atau susu formula
3. Lalu hancurkan menggunakan garpu, atau haluskan dalam blender
4. Bubur pisang siap disajikan
5. Anda bisa memberikan secara langsung untuk si kecil dengan cara dikerok menggunakan sendok
3. Alpukat
Buah untuk bayi lainnya adalah alpukat. Alpukat adalah sumber lemak tak jenuh dan vitamin E. Selain itu, alpukat memiliki tekstur yang lembut dan memiliki rasa yang enak sehingga pas untuk dijadikan sebagai makanan pendamping ASI.
Tips memasak:
1. Siapkan setengah buah alpukat matang
2. Kupas kulitnya dan ambil daging buahnya
3. Hancurkan daging menggunakan garpu atau blender
4. Anda juga dapat menambahkan pisang, susu, atau buah lainnya yang bisa memberikan sedikit rasa
Baca Juga: Tio Pakusadewo Sakit Karena Sakaw?
4. Kiwi
Buah kiwi kaya akan serat dan vitamin A dan C. Namun, sifat asam kadang bisa menyebabkan ruam popok atau ruam mulut pada bayi. Oleh karena itu, berhati-hati untuk melihat adanya tanda-tanda alergi ketika Anda memberikannya kepada bayi untuk pertama kalinya.
Tips memasak:
1. Kupas buah kiwi dan potong-potong kecil
2. Haluskan potongan dengan garpu, blender, atau food processor
3. Bubur buah kiwi siap disajikan
5. Jambu biji
Jambu biji kaya vitamin C dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Serat makanan dalam buah ini juga bisa meningkatkan kesehatan pencernaan.
Tips memasak:
1. Potong jambu biji menjadi dua bagian
2. Buang bijinya menggunakan sendok
3. Potong jambu menjadi potongan-potongan kecil dan kukus menggunakan selama beberapa menit
4. Haluskan dalam blender
5. Tambahkan air untuk mendapatkan testur yang diinginkan
6. Pepaya
Pepaya selain manis dan lezat juga kaya akan folat, serat, dan vitamin A, C dan E. Kandungan serat dan enzim papin yang terdapat di dalam pepaya sangat bagus untuk pencernaan bayi. Oleh karena itu, banyak orang yang menjadikan pepaya sebagai obat alami untuk mengatasi masalah sembelit.
Tips memasak:
1. Siapkan pepaya matang yang berwarna kuning dan oranye gelap, dan pastikan bebas dari noda
2. Cuci pepaya dengan campuran air dan cuka untuk menghilangkan bakteri
3. Bilas di bawah air dan keringkan
4. Kupas kulit dan iris pepaya menjadi dua, jangan lupa buang bijinya
5. Cuci lagi pepaya untuk menghapus sisa-sisa bijinya
6. Potong pepaya menjadi potongan-potongan kecil, dan haluskan
7. Bubur pepaya siap dihidangkan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?