Suara.com - Puasa Ramadan ternyata tak hanya bernilai ibadah, tapi juga terbukti manfaatnya secara medis untuk kesehatan tubuh terutama bagi Anda para perokok. Penasaran apa saja manfaat tersebut?
Yuk, simak 5 manfaat puasa bagi perokok dilansir dari Go Dok:
1. Menormalkan detak jantung
Tahukah Anda? 20 menit setelah mulai puasa, jantung Anda yang sebelumnya berdetak cepat akibat merokok akan melambat dan perlahan menjadi normal kembali. Bersamaan dengan itu, tekanan darah mulai turun dan sirkulasi darah di tubuh Anda akan kembali normal pula. Dengan begitu pendistribusian nutrisi dan oksigen yang terjadi di dalam tubuh akan menjadi lebih lancar.
2. Membersihkan darah dari karbonmonoksida berlebih
Salah satu dari 5 manfaat puasa bagi perokok adalah membersihkan darah dari zat karbonmonoksida yang berlebih. Asap rokok sejak lama diketahui mengandung racun berbahaya bagi tubuh, yang salah satunya adalah gas karbonmonoksida.
Nah, kadar yang tinggi dari zat ini di dalam tubuh Anda dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas. Pasalnya, karbonmonoksida memiliki kemampuan untuk mencegah oksigen memasuki paru–paru.
Akibatnya, darah akan kekurangan asupan oksigen. Namun perlu untuk Anda ketahui, tubuh secara alami akan membersihkan dirinya sendiri dari kelebihan karbonmonoksida setelah 8-12 jam puasa. Efeknya, tubuh akan terasa menjadi lebih segar dari biasanya.
3. Meningkatkan fungsi paru-paru
Manfaat puasa bagi perokok juga dapat meningkatkan kembali fungsi paru-paru Anda. Kebiasaan merokok dalam jangka waktu yang lama dapat menurunkan fungsi paru-paru dan meningkatkan risiko kematian akibat kanker.
Meski begitu, puasa ternyata merupakan terapi yang efektif untuk mengembalikan fungsi organ pernafasan para perokok. Hasil riset sejumlah peneliti dari Nikan Health Researchers Institute di Iran menunjukan hal tersebut.
Dalam penelitian tersebut, terbukti bahwa berpuasa selama bulan Ramadhan dapat meningkatkan volume paru –paru dan memaksimalkan fungsinya. Hebat, kan!
4. Mengurangi ketergantungan tubuh terhadap nikotin
Tahukah Anda bahwa salah satu dari 5 manfaat puasa bagi perokok adalah mengurangi ketergantungan tubuh terhadap zat adiktif nikotin?
Ya, selama menjalankan ibadah puasa, tubuh Anda akan mengeluarkan racun-racun yang berbahaya bagi kesehatan, termasuk zat nikotin. Bahkan, dalam sebuah hasil penelitian yang dimuat di Journal of Education and Social Sciences, ditemukan bahwa selama menjalankan ibadah puasa ketergantungan tubuh terhadap nikotin akan berkurang drastis.
Jadi, jangan kaget jika konsumsi rokok Anda akan berkurang selama berpuasa.
5. Momen yang tepat untuk berhenti merokok
Disadari atau tidak, dengan menjalankan ibadah puasa Ramadhan Anda akan berhenti merokok 13 jam setiap harinya selama 4 minggu penuh.
Selama jangka waktu tersebut tubuh akan terbiasa dengan kadar nikotin yang lebih rendah ketimbang saat tidak berpuasa.
Ketergantungan terhadap rokok pun menurun drastis sehingga akan mempermudah Anda untuk berhenti merokok secara nyata.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat