Suara.com - Sepasang orangtua di Milan, Italia, dipaksa pengadilan mengubah nama buah hatinya agar menjadi lebih feminin. Sebelumnya, bayi berusia 18 bulan tersebut diberi nama Blu atau berarti biru dalam Bahasa Indonesia.
Menurut dekrit presiden yang keluar pada tahun 2000 dikatakan bahwa nama yang diberikan pada anak, harus sesuai dengan jenis kelaminnya. Dan otoritas Italia tidak menganggap bahwa Blu adalah nama yang cocok untuk anak perempuan.
Padahal, dilansir dari odditycentral, nama Blu telah tercatat secara resmi di sertifikat kelahiran serta paspor sang anak. Namun, belum lama ini kedua orangtua Blu dipaksahadir ke pengadilan untuk memilih nama bagi buah hatinya yang lebih feminin.
"Mengingat bahwa ini adalah nama modern berdasarkan kata dari Bahasa Inggris 'Blue' dan bahwa itu tidak dapat dianggap benar-benar diatribusikan kepada seseorang dari jenis kelamin perempuan, akta kelahiran harus diperbaiki dengan memasukkan nama perempuan lain yang dapat diajukan orangtua selama jalannya sidang," bunyi tuntutan pengadilan.
Sang ayah, Luca mengatakan bahwa pengadilan mengancam akan mengganti nama anak buah hatinya secara paksa.
"Kalau kami tidak muncul pada Kamis nanti dengan nama alternatif, seorang juri akan memutuskan nama untuk anak kami," kata Luca pada koran Italia Il Giorno.
Orangtua Blu sendiri berencana mengajukan tuntutan dan berargumen bahwa nama anak mereka telah digunakan oleh anak perempuan di seluruh dunia termasuk anak pasangan mega bintang, Beyonce dan Jay Z, yaitu Blue Ivy.
Dikutip dari Il Giorno, badan statistik Italia--Istat, mencatat setidaknya ada enam perempuan Italia bernama Blu dan ada dua perempuan bernama Verde (hijau).
Koran Italia lainnya, La Republica, berhasil menghubungi perempuan bernama Blu Lapore dari Roma yang mengatakan bahwa ibunya berhasil meyakinkan pengadilan dengan mengatakan bahwa preferensi nama berubah seiring waktu.
Baca Juga: Gara-gara Punya Nama Susah, Bule Ini Selalu Kena Tag
Misalnya, kata Blu Lapore, nama Celeste sebenarnya adalah nama lelaki namun kini secara eksklusif hanya diberikan pada anak perempuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker