Suara.com - Tim ilmuwan dari Amerika Serikat mengklaim telah menemukan obat khusus yang dapat membantu tubuh menghancurkan sel-sel kanker.
Menurut jurnal Nature Biomedical Engineering, perawatan ini mampu meningkatkan kemampuan sel darah putih yang disebut makrofag untuk memakan sel kanker yang tidak diinginkan tubuh
Hal itu terbukti lewat penelitian yang dilakukan pada kelompok tikus percobaan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan terapi ini cukup efektif pada kasus tumor payudara dan kanker kulit yang agresif.
Menurut Dr. Ashish Kulkarni dan rekan-rekannya dari Brigham and Women's Hospital Harvard Medical School, obat ini bekerja dalam dua cara.
Pertama, obat mampu mencari sel-sel kanker yang tersembunyi dan mengirimkan sinyal "makan saya" pada makrofag. Kedua, obat ini mampu memberitahu tumor untuk berubah menjadi jinak.
"Ini menjanjikan. Banyak hal perlu dilakukan sekarang dan menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat digunakan untuk mengobati pasien kanker," kata Carl Alexander dari Cancer Research UK.
Lewat hasil tersebut, tim peneliti berharap bisa memulai uji coba obat supramolecule pada manusia dalam beberapa tahun ke depan.
Saat ini, perawatan yang bebasis sistem kekebalan tubuh melawan sel kanker merupakan bidang penelitian yang tengah berkembang di kalangan ilmuwan di seluruh dunia.
Baca Juga: Jelang IMF, Bandara Ngurah Rai Bangun Tempat Parkir Baru
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga