Suara.com - Penelitian terkini yang diterbitkan pada jurnal Annals of Internal Medicine tersebut, Jun Lv dan para ahli lainnya mengungkapkan bahwa minum teh panas dapat meningkatkan risiko kanker esofagus atau kanker kerongkongan.
Penelitian tersebut melibatkan 450.000 orang di Tiongkok selama 9 tahun untuk membuktikan hubungan antara minum teh panas, minum alkohol, dan risiko kanker yang lebih tinggi. Setelah 9 tahun, para peneliti menemukan bahwa terdapat 1.731 kasus kanker kerongkongan, 1.106 di antaranya adalah pria dan 625 orang wanita.
Setelah ditelusuri, risiko kanker tenggorokan meningkat lima kali lebih tinggi pada orang yang suka minum teh panas disertai dengan kebiasaan minum 15 gram alkohol. Bahkan, risiko tersebut dapat terus naik hingga dua kali lipat pada mereka yang juga memiliki kebiasan merokok.
Memang benar bahwa hasil tersebut tidak menunjukkan adanya kemungkinan kanker kerongkongan pada peserta yang hanya minum teh panas setiap hari. Walau begitu, para ahli mengungkapkan bahwa minum teh panas dapat melukai lapisan mukosa esofagus. Lama-lama, hal ini dapat memicu karsinogenesis atau perubahan sel normal menjadi sel kanker.
The International Agency for Research on Cancer baru-baru ini mengungkapkan bahwa minuman yang bersuhu 65 derajat Celcius memiliki potensi karsinogenik pada tubuh manusia. Kabar baiknya, rata-rata masyarakat terbiasa minum teh panas di bawah suhu tersebut sehingga cenderung lebih aman.
Lantas, bagaimana cara minum teh panas yang benar dan aman? Simak penjelasan yang dihimpun Hello Sehat.
Minum teh panas memang dapat melegakan tenggorokan lebih cepat daripada saat Anda minum teh hangat. Namun ingat, perlahan tapi pasti, suhu teh yang terlalu panas dapat menyebabkan peradangan pada lapisan esofagus dan memicu pertumbuhan sel kanker di kerongkongan.
Untuk mengatasinya, sebaiknya tunggulah beberapa saat sampai teh panas berubah menjadi sedikit lebih hangat. Buatlah teh panas beberapa menit sebelum jadwal minum teh Anda, lalu barulah Anda bisa minum teh yang suhunya lebih hangat dan aman untuk tenggorokan Anda.
Selain itu, hindari kebiasaan merokok dan minum alkohol yang dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan lebih cepat. Dengan menerapkan pola hidup sehat, tubuh akan terlindungi dari berbagai penyakit sekaligus meraup manfaat menakjubkan dalam sajian secangkir teh.
Baca Juga: Neno Warisman Cs Demo di Depan Tokonya, Ini Reaksi Anak Jokowi
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia