Suara.com - Pernah mendengar istilah forest bathing atau mandi hutan? Sebuah cara menghilangkan penat, letih dan stres dengan berjalan menyusuri hutan secara perlahan serta menghirup udara bersih dan segar di tengah-tengah kesunyian hutan.
Forest bathing pertama kali dimulai di Jepang dengan nama shinrin-yoku, yang hingga kini masih terus menjadi bentuk pengobatan pencegahan dan pengobatan alami karena manfaatnya yang begitu banyak, mulai untuk kesehatan mental, fisik dan emosional.
Kegiatan ini punya efek yang sama seperti relaksasi yang bisa mengurangi stres. Nah, ingin tahu apa saja manfaat kesehatan dari forest bathing? Berikut daftarnya seperti yang dilansir Boldsky.
1. Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh
Salah satu manfaat dari forest bathing adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa menghabiskan waktu di alam dapat secara signifikan meningkatkan aktivitas sel darah putih yang dapat membantu melawan sel-sel virus dan tumor.
2. Meningkatkan kesehatan sistem saraf
Efek positif lain dari forest bathing adalah pada kesehatan sistem saraf. Jika kesehatan sistem saraf Anda baik, detak jantung dan tekanan darah Anda menjadi stabil. Nah, forest bathing melakukan hal itu dengan menyeimbangkan sistem saraf Anda.
3. Menurunkan tekanan darah
Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat terkendali melalui forest bathing. Para peneliti menunjukkan bahwa lingkungan hutan menurunkan hormon stres seperti noadrenalin dan adrenalin serta memberikan efek relaksasi secara keseluruhan. Berjalan di lingkungan hutan juga dapat memiliki efek positif pada masalah kardiovaskular.
Baca Juga: Depresi Ayah Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Remaja
4. Meningkatkan kesehatan mental
Alam dapat bermanfaat bagi kesehatan mental dengan menurunkan kelelahan kognitif, stres, depresi dan kecemasan. Jadi, jika sedang merasa stres dan terganggu dengan begitu banyak pikiran yang memenuhi kepala Anda, cobalah berjalan-jalan di alam untuk meningkatkan kesehatan mental Anda.
5. Mengurangi stres
Pohon diketahui memiliki kandunham udara dengan senyawa yang memiliki efek sangat positif pada manusia. Senyawa ini dikenal sebagai phytonicides yang sebenarnya menurunkan kadar hormon stres baik pada pria maupun wanita. Untuk mendapatkan phytonicides, Anda harus menghirup udara hutan segar.
6. Meningkatkan fungsi kognitif
Apakah Anda tahu menghabiskan lebih banyak waktu di alam dapat meningkatkan kreativitas? Ini karena Anda mematikan perangkat elektronik dan melepaskan diri dari dunia yang penuh tekanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal