1. Agen pemutih
Biasanya terapi utama untuk menghilangkan bercak cokelat di wajah yaitu dengan menggunakan agen pemutih. Berbagai kandungan pemutih yang bisa diresepkan seperti hidroquinon, arbutin, retinol, asam kojic, dan lainnya. Anda perlu berkonsultasi ke dokter kulit untuk menemukan agen pemutih yang cocok dan sesuai dengan kondisi kulit Anda.
Ingat, jangan asal membeli krim tanpa anjuran dokter. Pasalnya, krim yang dibeli sembarangan bukannya menghilangkan masalah di wajah; malah yang terjadi bisa sebaliknya. Wajah bisa mengalami iritasi dan bahkan masalah lainnya yang merugikan Anda.
2. Chemical peeling
Selain itu, terapi lain yang bisa digunakan untuk menghilangkan bercak cokelat di wajah adalah dengan chemical peeling. Tujuannya untuk mengelupas area kulit dengan tumpukan melanin berlebih di dalamnya. Dengan begitu, bercak kecokelatan pun akan berkurang dan perlahan menghilang.
3. Terapi laser ND: Yag
Selain chemical peeling, perawatan bisa dikombinasikan dengan terapi laser Nd: Yag untuk memecah penumpukan melanin. Terapi laser ini mampu mencapai lapisan jaringan kulit yang lebih dalam dibandingkan dengan laser jenis lainnya.
4. Obat minum
Selain terapi langsung ke kulit yang bermasalah, dokter juga akan memberikan obat minum. Biasanya obat yang diberikan mengandung asam askorbat, glutation, vitamin E, dan bahan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Baca Juga: Hadapi Mitra Kukar, Pelatih Persipura Pilih Puji Rahmad Darmawan
Pada intinya, satu jenis pengobatan saja tidak cukup. Dibutuhkan berbagai kombinasi pengobatan untuk membantu menghilangkan bercak cokelat di wajah dengan lebih maksimal. Dokter juga akan memberikan krim wajah, tabir surya, dan obat minum yang sesuai untuk mencegah bintik cokelat datang kembali usai perawatan.
Masalah wajah dengan bercak cokelat kini bisa jadi mulus dan bersih dengan mengikuti tips di atas.
Berita ini sudah tayang di Hello Sehat dengan judul Punya Bercak Cokelat di Wajah, Bagaimana Menghilangkannya?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi