Suara.com - Perbanyak konsumsi buah dan sayur merupakan tips diet paling umum yang sering didengar. Namun apa jadinya jika diet dilakukan dengan ekstrem dan hanya makan buah saja selama 5? Pasangan ini membuktikannya.
Tina Stoklosa dan Simon Beun adalah pasangan yang mengaku hanya makan buah selama 5 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan kalori, mereka bisa menyantap hingga 2.000 sampai 4.000 kalori setiap hari.
Hal ini dilakukan dengan mengonsumsi lebih dari 30 buah perhari, mulai dari apel, pisang dan ragam buah lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, mereka rutin mengonsumsi air kelapa.
"Dulu berat badanku berlebihan. Ketika melihat-lihat resep smoothie hijau di internet, aku menemukan kisah seorang gadis yang hanya makan buah, kemudian aku menemukan sekelompok orang di dunia maya yang makan dengan cara ini dan menyebut diri mereka sebagai fruitarian," ungkap Tina.
Beun, yang sebelumnya adalah seorang vegan, jatuh cinta ke Tina setelah melihat akun Instagramnya dan hal itu membuatnya beralih ke pola makan buah-buahan.
Pasangan itu mengklaim diet mereka dapat menyembuhkan kanker, depresi dan penyakit kronis.
Meskipun buah kaya akan kandungan gula alami, mereka tidak menyikat gigi selama dua tahun, karena mereka berpikir serat dari buah dapat membersihkan gigi.
"Diet ini dapat menyembuhkan depresi, menyembuhkan begitu banyak penyakit mental, dan mengurangi kecemasan. Selain itu, konsumsi buah juga dapat mengatasi semua masalah pencernaan kronis. Terbukti ada ribuan akun pribadi yang telah sembuh dari kanker karena diet ini," ujar Tina.
Baca Juga: Studi: 20 Persen Suplemen Diet Mengandung Bahan Obat Belum Teruji
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
Terkini
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara