Suara.com - Suku Badui Arab selama berabad-abad memakai kencing unta untuk keramas dan pengobatan. Mengutip Vice.com, banyak orang di beberapa pedesaan di Kota Ta’izz, Yaman meminum air kencing unta untuk segala penyakit.
Beberapa klinik bahkan salon menggunakannya sebagai obat untuk rambut rontok. Orang-orang Yaman percaya sejak abad ke tujuh telah mengikuti cara ini.
Menenggak urin unta diyakini dapat mengobati penyakit pada pria dan membuat tubuh lebih bugar.
Sementara kaum wanita percaya air seni unta dapat mengentaskan permasalahan rambut rontok. Tak hanya itu, air seni unta juga diyakini dapat membuat rambut lebih indah dan mengkilap.
Menariknya, tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun, tak sedikit dokter masa kini di Yaman juga menjadikan air seni unta sebagai resep pengobatan yang mereka anjurkan pada para pasiennya.
Meski diyakini memiliki beragam khasiat pada tubuh, (WHO) mengimbau agar praktik meminum kencing unta dihentikan, karena ada virus yang bakal menghantui. Penyakit apa itu? Intip artikel minum kencing unta jadi tradisi di bawah ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan