Suara.com - Penanganan infertilitas dan kesulitan hamil yang dialami pasutri dapat dilakukan dengan inseminasi dan bayi tabung. Lho, apa bedanya?
dr. Batara Imanuel Sirait, Sp.OG(K), dari klinik Morula IVF mengatakan perbedaan mendasar pada inseminasi dan bayi tabung adalah tempat pembuahan terjadi. Pada inseminasi, dokter menyemprotkan sperma yang sudah ditingkatkan kualitasnya ke dalam rahim, dan pembuahan terjadi secara normal.
"Sementara pada bayi tabung, sperma dan sel telur dari masing-masing pasangan diambil, lalu dipertemukan di laboratorium, dan dimasukkan ke dalam rahim ketika sudah berbentuk embrio," tutur dr Batara, dalam acara Kick Off Perayaan Anniversary #46YearsofSavingLife Bunda Medik Healthcare System, di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (30/11/2018).
Dari segi biaya, inseminasi memang lebih murah daripada bayi tabung. Total biaya inseminasi berkisar di angkat Rp 12-14 juta, semenetara bayi tabung bisa mencapai Rp 80-90 juta.
Tentu saja, hal ini membuat persentase keberhasilan masing-masing tindakan berbeda. Secara ilmiah, persentase keberhasilan hamil lebih tinggi pada bayi tabung daripada inseminasi.
Meski begitu, dr Batara menegaskan bahwa inseminasi dan bayi tabung bukanlah dua jenjang pengobatan bertahap. Dalam artian, seseorang tidak perlu menjalani inseminasi dahulu sebelum memutuskan untuk bayi tabung.
"Inseminasi bisa dilakukan kepada pasangan yang tidak memiliki masalah dalam produksi sperma dan sel telur. Jadi spermanya diproduksi dalam jumlah yang cukup, dan saluran sel telur juga tidak tersumbat," terangnya lagi.
Di sisi lain, bayi tabung dianjurkan bagi pasangan yang mengalami masalah pada produksi sperma dan sel telur. Karena itu, prosedur tindakan dilakukan di luar tubuh.
"Jadi misalnya suami bisa ejakulasi, tapi tidak ada sel spermanya, atau istrinya saluran telurnya tersumbat. Mau diinseminasi pun tidak akan ada manfaatnya. Maka kita ambil langsung di pabriknya, dan pembuahan dilakukan di luar tubuh," tutup dr Batara.
Baca Juga: Demi Punya Anak, 5 Artis Rela Bayar Mahal Program Bayi Tabung
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi