Suara.com - Untuk kali pertama di dunia, ilmuwan sukses melahirkan bayi hidup melalui transplantasi rahim yang berasal dari donor yang sudah meninggal.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal The Lancet ini, dr Darni Ejzenberg dari Sao Paulo University, Brasil, membantu kelahiran bayi dari wanita yang mendapatkan transplantasi rahim dari donor yang sudah meninggal dunia.
Hal ini merupakan yang pertama kali di dunia, mengingat bayi lahir melalui transplantasi rahim lainnya memiliki rahim dari donor yang masih hidup.
Bayi mungil tersebut lahir melalui operasi caesar dengan berat 2,5 kg. Sang ibu dan bayi diketahui berada dalam keadaan sehat, dan masih berada di rumah sakit untuk observasi.
Dalam keterangannya, dr Ejzenberg mengatakan kesuksesan ini bisa menjadi pintu bagi perempuan dengan masalah rahim untuk bisa memiliki anak.
"Jumlah orang yang mau mendonorkan organ tubuhnya setelah meninggal lebih banyak daripada donor organ dari orang yang masih hidup. Potensi manfaatnya untuk populasi di dunia sangat besar," tutur Ejzenberg, dikutip dari Reuters.
Percobaan sebelumnya untuk melahirkan bayi hidup melalui transplantasi rahim dari donor mati mengalami kegagalan. Tercatat ada 10 percobaan yang dilakukan di Amerika Serikat, Republik Ceko, dan Turki, dengan Brasil menjadi satu-satunya yang sukses.
Kelahiran bayi hidup dari transplantasi rahim kali pertama dilakukan pada 2013 di Swedia, dengan sang ibu mendapatkan donor rahim dari keluarga.
Itulah ulasan tentang ilmuwan yang sukses melahirkan bayi hidup melalui transplantasi rahim yang berasal dari donor yang sudah meninggal
Baca Juga: Serang Hotman Paris, Farhat Abbas Malah Ditertawai Warganet
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI