Suara.com - Kebahagiaan saat masa kanak-kanak akan memberikan pengaruh positif bagi tumbuh kembang kognitif si anak mulai dari nilai diri, kemampuan sosial serta karakter anak di masa mendatang.
Begitu kata psikolog Elizabeth Santosa, MPsi, Psi, SFP, ACC saat berbicara dalam acara Nestle Lactogrow Grow Happy di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu, (5/12/2018).
Psikolog yang akrab disapa dengan panggilan Lizzie tersebut menambahkan kalau anak yang bahagia sejak kecil, memiliki peluang lebih besar untuk menjadi individu yang memiliki emosi positif dan memiliki kepuasan hidup yang lebih tinggi di masa dewasa.
"Mengapa menjadi anak bahagia penting? Karena kesadaran diri dan manjemen diri lebih baik, memiliki kesadaran sosial yang lebih baik dan kemampuan sosial lebih baik serta memiliki kemampuan mengambil keputusan yang lebih baik," kata Elizabeth.
Lalu bagaimana cara membesarkan anak agar mereka bisa tumbuh bahagia? Kata Elizabeth, ada empat hal penting yang harus orangtua penuhi.
Pertama, perhatikan jam tidur anak. Kedua, berikan cinta tanpa syarat. Ketiga, dukung kompetensi anak dan keempat, pastikan anak makan tepat waktu dan berikan mereka makanan yang bergizi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance