Suara.com - Sebagai orangtua, wajar jika Anda amat mencintai dan ingin melindungi anak-anak Anda dari berbagai kesulitan hidup yang mungkin akan dihadapinya. Tapi tahukah Anda bahwa perilaku over proteksi dapat membuat anak-anak tidak siap menghadapi dunia dan kehidupan ketika mereka dewasa nanti.
"Niatnya baik, tapi ketika orangtua terlalu banyak membantu anak, Anda menghilangkan banyak kesempatan mereka untuk belajar bersiap-siap menghadapi dunia nyata," kata Julie Lythcott-Haims, mantan dekan mahasiswa baru di Stanford University dan penulis buku How to Raise an Adult: Break Free of the Overparenting Trap and Prepare Your Kid for Success.
Nah, apakah Anda siap untuk menghentikan pengasuhan yang berlebihan dan mempersiapkan anak Anda untuk hidup sebagai orang dewasa muda? Dilansir dari laman Parenting, Lythcott-Haims membagikan beberapa keterampilan hidup dasar yang harus diketahui oleh setiap anak sebelum mereka masuk SMA.
1. Membuat makanan sendiri
Tak seperti anak usia sekolah dasar yang harus disediakan segala sesuatunya, ketika anak memasuki pertengahan belasan tahun, Anda harus pastikan ia mampu memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri, salah satunya membuat makanan sendiri ketika tak ada orang dewasa yang melakukan hal itu untuknya. Cukup yang mudah-mudah saja, seperti menggoreng telur, merebus mi, menanak nasi, atau sekadar menghangatkan sayur.
2. Bangun sendiri tepat waktu
"Pada saat anak Anda mulai masuk SMA, ia seharusnya sudah bisa bangun pagi sendiri tanpa dibangunkan. Ini persiapan untuk mereka kuliah nantinya, ketika mereka harus tinggal jauh dan terpisah dari Anda.
3. Mencuci baju sendiri
Meski Anda selalu mampu membayar asisten untuk melakukan hal itu, pastikan anak memiliki kemampuan dasar untuk mencuci bajunya sendiri ketika kondisi benar-benar mengharuskannya. Mulailah dengan memberi contoh secara langsung pada mereka, dan ajak mereka mencuci baju bersama.
4. Memesan makanan di restoran
Anak harus bisa memesan makanan sendiri di restoran, bagaimana cara membaca menu, bertanya pada pelayanan, serta membayar bill setelah makan. Ingat, ada saatnya ia harus pergi memebeli makanan sendiri tanpa bersama Anda.
5. Berbicara dengan orang asing
Kehidupan mereka kelak akan dikelilingi oleh orang-orang asing, sehingga Anda tak bisa lagi menerapkan aturan 'Jangan berbicara dengan orang asing'. Aturan yang benar adalah, ajarkan anak untuk membedakan antara orang asing yang mencurigakan dengan mayoritas orang asing normal. Itulah keterampilan yang dibutuhkannya.
6. Pergi berbelanja
Anak Anda mungkin sudah sering ikut berbelanja bersama Anda. Tapi bisakah ia berbelanja sendiri? Ketika diperlukan, anak harus tahu bagaimana cara belanja di supermarket, atau pasar.
Baca Juga: Sampah Malam Tahun Baru Capai 327 Ton, Anies: Tak Sampai Separuh Tahun Lalu
7. Naik transportasi umum
Jangan alergi mengajak anak naik transportasi umum. Justru hal ini harus diperkenalkan sejak dini. Bagaimana jika suatu hari ia harus sekolah di luar negeri, di mana satu-satunya transportasi yang bisa dijangkau adalah transportasi umum?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat