Suara.com - Para ilmuwan dari Universitas Cambridge membuat model virtual reality atau VR 3D yang dibuat khusus untuk melacak sel kanker.
Diberi nama The Tumour, alat tersebut dibuat untuk memelajari dan memetakan sel kanker di tubuh pasien dari berbagai sudut.
Kata para peneliti, alat itu juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker dan membantu mencari pengobatan kanker.
Alat tersebut merupakan proyek rembukan internasional bertajuk CRUK's Grand Challenge Awards.
"Tidak ada yang pernah memeriksa geografi tumor sedetail ini sebelumnya, ini cara baru melihat kanker," kata Direktur Cancer Research UK Cambridge Institute (CRUK), Prof Greg Hannon.
Di dalam laboratorium 'virtual', pasien kanker dianggap sebagai avatar, sementara kanker digambarkan sebagai gelembung berwarna.
Dan meski sampel jaringan manusia sangat amat kecil, tapi di dalam laboratorium virtual ini jaringan bisa diperbesar hingga tampak beberapa meter.
Untuk mengeksplorasi tumor secara lebih rinci, sistem pada VR memungkinkan para ilmuwan untuk 'menjelajah' sel dalam tubuh manusia.
Ketika Prof Hannon menggunakan alat VR, ia menunjuk pada sekelompok sel kanker yang menyebar dan terpisah dari kelompok utama. "Di sini Anda dapat melihat beberapa sel tumor yang lepas. Ini mungkin titik di mana kanker akan menyebar ke jaringan di sekitarnya dan menjadi sangat berbahaya. Memeriksa tumor dalam bentuk 3D memungkinkan kita menangkap momen ini," kata Prof Hannon.
Baca Juga: Media Asing Soroti Kebijakan soal Paspor Rusak di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19