Suara.com - Para peneliti dari Carnegie Mellon University di Pennsylvania baru-baru ini menciptakan 'tato kesehatan' atau tato yang memiliki fungsi medis.
Tato elektronik buatan mereka ini bersifat temporer alias sementara, tetapi bisa tahan lama. Dikutip HiMedik dari TechRadar, karya inovatif tersebut bahkan bisa dipakai untuk mengukur segala sistem di dalam tubuh manusia, mulai dari gula darah sampai detak jantung.
Mahmoud Tavakoli, rekan penulis studi ini, menjelaskan terobosan timnya di situs resmi universitas.
"Kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa pola nanopartikel perak yang dicetak dengan inkjet dapat disinter (dibentuk menggunakan panas atau tekanan) pada suhu kamar menggunakan campuran gallium indium," ungkap Tavakoli. "Menyingkirkan kebutuhan akan suhu tinggi untuk menyinter membuat teknik kami kompatibel dengan film tipis dan substrat yang sensitif terhadap panas."
Karena proses pembuatan tato elektronik tak membutuhkan panas yang ekstrem, para ilmuwan pun telah menemukan cara mengaplikasikannya. Caranya yakni, tato dibubuhkan pada film tipis yang bisa ditempelkan ke kulit menggunakan spons basah, mirip dengan tato temporer lucu zaman kanak-kanak.
Metode ini membuat tato tersebut jauh lebih kuat, fleksibel, dan mudah digunakan. Ini berarti, tato elektronik akan segera bisa dipakai oleh siapa pun meski sensor kimia disematkan untuk mendeteksi perubahan pada kulit yang berhubungan dengan kadar gula darah, atau bahkan sensor untuk mendeteksi detak jantung pengguna.
Namun, jika tato elektronik baru yang tahan lama ini nantinya disertai aplikasi kesehatan, kemungkinan kita harus menunggu hingga masa pengujian yang lama selesai, sebelum disetujui oleh badan pengawas untuk bisa digunakan.
(HiMedik.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)
Baca Juga: 5 Masalah Kesehatan Ini Mengintai Bila Anda Kurang Tidur
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini