Suara.com - Ini yang Terjadi Kalau Lelaki Minum Pil KB
Pil KB merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang biasanya digunakan oleh perempuan. Muncul pertanyaan, apa jadinya jika pil KB diminum oleh lelaki?
Dikutip dari Hellosehat.com, ada dua kandungan utama pada pil KB, yakni hormon progesteron dan hormon estrogen. Dua hormon ini secara alami diproduksi secara alami oleh tubuh perempuan dalam jumlah banyak, karena berperan dalam mengatur siklus menstruasi.
Tubuh lelaki sejatinya juga memproduksi dua hormon tersebut, namun dalam jumlah yang lebih sedikit. Hormon progesteron digunakan untuk merangsang pembentukan hormon testosteron, sementara estrogen berperan dalam proses pematangan sperma.
Ketika seorang lelaki mengonsumsi pil KB satu atau dua kali, mungkin tidak akan menimbulkan efek berarti. Lain halnya jika pil KB diminum secara rutin dan teratur, yang diketahui dapat menyebabkan efek samping. Apa saja?
Gangguan fungsi seksual
Kadar progesteron dan esterogen berlebih dalam tubuh lelaki dapat memengaruhi fungsi dan penampilan fisik organ seks mereka. Hal ini termasuk produksi jumlah sperma yang terlalu sedikit, menurunnya gairah seks, serta disfungsi ereksi dan ukuran testis yang menyusut. Beberapa lelaki juga dapat mengalami pembesaran payudara, yang dikenal sebagai ginekomastia.
Risiko osteoporosis
Konsumsi pil KB secara rutin dan teratur pada lelaki juga bisa menekan produksi testosteron. Kekurangan testosteron dapat memberikan dampak serius pada tubuh dalam jangka panjang. Banyak lelaki dengan testosteron sangat rendah memiliki tulang yang lemah dan rapuh sehingga berisiko mengalami osteoporosis dini.
Baca Juga: Begini Cara Pilih Teman yang Bisa Dipercaya untuk Curhat
Perubahan fisik
Selain itu, kadar testosteron yang rendah juga dapat mengurangi massa otot di kaki, dada, dan lengan, serta mengurangi pertumbuhan rambut halus sehingga membuat penampilan fisik lelaki jadi lebih feminin. Bahkan, hal tersebut juga dapat membuat watak lelaki jadi lebih sensitif.
Penggumpalan darah
Lelaki yang minum pil KB juga berisiko tinggi mengalami pengggumpalan darah terkait hormon, terutama pada pria yang merokok. Risiko terkena penyakit hati dan kantong empedu juga tinggi karena keterusan minum pil KB.
Itulah dampak yang terjadi ketika lelaki minum pil KB. Jika ingin melakukannya, berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan penjelasan ya!
Berita Terkait
-
5 Ciri Fisik Lelaki yang Punya Masalah Kesuburan, Adakah di Kamu?
-
Doyan Makanan Manis, Dampaknya Bisa ke Kehidupan Ranjang Lho!
-
Memukau, Deretan Lelaki dengan Busana Terbaik di Grammy Awards 2019
-
Cara Ampuh Mengatasi Jerawat Hormonal, Coba Minum Pil KB
-
Libido Lelaki Rendah, Tingkatkan dengan Es Krim Vanila
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian