Suara.com - Jangan cuma fokus merawat kuku agar cantik dan mengkilap dengan sesi manicure dan pedicure. Anda juga perlu mendeteksi adanya perubahan pada kuku. Pasalnya, perubahan pada kuku dapat memberi petunjuk dan memberi tahu mengenai kondisi kesehatan Anda sebenarnya.
Berikut adalah beberapa perubahan pada kuku yang harus Anda waspadai seperti dilansir dari laman Medical Daily
1. Kuku pucat
Kuku yang sehat ditandai dengan warna bagian dalam kuku yang cenderung merah muda. Namun jika warnanya pucat, maka hal ini bisa menunjukkan bahwa Anda sedang mengalami kekurangan gizi, anemia, gangguan liver, hingga gagal jantung bawaan. Segeralah konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
2. Bercak putih
Jika Anda menemukan adanya corak putih di bagian dalam kuku, itu bukan berarti ada yang sedang merindukan Anda seperti mitos yang selama ini beredar, ya. Corak putih di kuku bisa menandakan bahwa Anda sedang mengalami penyakit di hati seperti hepatitis. Tak ada salahnya menemui dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
3. Kuku berwarna kebiruan
Kuku dengan semburat biru di dalamnya bisa menandakan bahwa tubuh Anda tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Selain itu, kondisi ini juga bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami masalah di bagian jantung hingga paru-paru.
4. Kuku berwarna kuning
Kuku yang berwarna kuning biasanya menandakan bahwa Anda mengalami infeksi jamur. Ketika kondisinya semakin memburuk, permukaan kuku juga bisa hancur. Selain itu, kuku kuning juga bisa menandakan bahwa Anda mengidap penyakit paru-paru, diabetes, atau penyakit tiroid.
5. Garis hitam
Jangan sepelekan garis hitam di bawah kuku Anda. Pasalnya, hal ini bisa mengarah pada gejala melanoma, yakni jenis kanker kulit yang paling berbahaya.
Tentu saja, tidak semua kelainan kuku berbahaya. Namun yang penting adalah Anda memiliki kesadaran penuh untuk mengonsultasikannya jika terjadi perubahan yang tak wajar.
Baca Juga: Kuteks Halal Naiila Buat Kuku Lebih Bernapas
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?