Suara.com - Siapa sangka jika wajah, bahkan bagian dada Anda, penuh dengan tungau?
Tungau yang disebut dengan demodex folliculorum ini hidup di dekat folikel rambut. Termasuk rambut wajah serta dada yang halus dan tertutupi.
Mereka menghasilkan minyak dan akan berkembang biak di kulit ketika kita tidur.
Sebuah foto memberi gambaran mendalam tentang bagaimana serangga ini menghabiskan waktu mereka di wajah kita semua, menggeliat dengan 8 kaki mereka dan mengerutkan mulut ketika mereka memakan minyak serta sel-sel kulit.
Ternyata tungau kecil inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab masalah kulit seperti jerawat.
Melansir Daily Mail, semakin tua inang yang ditempatinya maka mereka akan semakin senang. Sebab kulit wajah mereka cenderung lebih berminyak.
Tidak hanya bagian wajah, hewan yang hanya bisa dilihat menggunakan alat pembesar ini juga ada di telinga, alis, dan bulu mata serta rambut yang menutupi dada dan alat kelamin.
Tungau hanya akan bertahan hidup antara 2 hingga 3 minggu saja. Pada waktu itu, tungau betina akan bertelur sekitar 15 hingga 20 di dalam folikel rambut dekat kelenjar sebaceous.
Telur-telur ini berkembang menjadi larva, yang tumbuh menjadi dewasa berkaki delapan.
Tergantung pada jenis kelaminnya, sang betina tetap berada di satu lokasi sementara tungau jantan akan meninggalkan folikel rambut untuk mencari 'jodoh'.
Tetapi meskipun begitu, mereka tidak melangkah jauh. Mereka hanya bisa berjalan sekitar 10mm dan cenderung lebih hidup di malam hari.
Walau kecil, tungau kecil ini dikaitkan dengan berbagai gangguan mata serta kulit seperti rosacea dan blepharitis.
Ketika mati, makhluk itu melepaskan bakteri bacillus yang memicu peradangan pada pasien berpenyakit rosacea. Semakin lama ini akan mengarah ke bentuk kondisi yang paling parah, papulopustular rosacea.
Rosacea adalah kondisi genetik yang diderita oleh sekitar satu dari sepuluh orang dan biasanya muncul setelah usia 30 tahun.
Ini menyebabkan pembuluh darah di wajah membesar dan kemerahan. Masalah kulit ini juga biasanya menyebabkan bintik-bintik merah, menyakitkan, berisi nanah yang terlihat seperti jerawat parah.
Berita Terkait
-
5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
-
Urutan Merawat Kulit Wajah Sebelum Tidur: Rahasia Wajah Segar dan Bebas Jerawat
-
5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Remaja, Wajah Bersih Bebas Jerawat
-
5 Cushion High Coverage yang Menutup Flek Hitam dan Bekas Jerawat
-
4 Acne Low pH Cleanser Rp30 Ribuan Solusi Atasi Jerawat pada Kulit Sensitif
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak