Suara.com - Apakah Anda terbiasa makan oatmeal saat sarapan untuk menurunkan berat badan? Makanan ini memang penuh dengan nutrisi penting dan serat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Tapi, ada hal yang harus Anda perhatikan agar oatmeal tetap bisa bermanfaat untuk penurunan berat Anda.
Berikut beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan saat sarapan dengan oatmeal, seperti dilansir dari The Health Site.
1. Menambahkan terlalu banyak gula
Apa pun jenis gula yang Anda gunakan, jangan menambahkannya terlalu banyak ke dalam oatmeal, karena dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Ini berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Jika Anda menginginkan gula, tambahkan kayu manis di dalamnya.
2. Mengonsumsi oatmeal kemasan atau siap saji
Oatmeal kemasan dengan rasa bervariasi biasanya dibuat dengan campuran gula yang dapat menghambat tujuan penurunan berat badan Anda.
3. Makan terlalu banyak oatmeal
Mengonsumsi terlalu banyak oatmeal saat sarapan pagi, tetap bisa menambah berat badan Anda.
4. Menambahkan terlalu banyak topping
Mengisi oatmeal dengan berbagai topping, khususnya yang manis, dapat menyabotase proses penurunan berat badan Anda karena topping penuh kalori.
5. Anda tidak memilih topping yang tepat
Menambahkan sesendok choco chips di oatmeal Anda bisa membuatnya tidak sehat. Karena itu, gunakan topping rendah kalori dan antioksidan tinggi seperti bubuk kakao atau buah-buahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh