Suara.com - Kayu manis dan madu termasuk dua bahan yang sering tersedia di rumah sekaligus kaya manfaat. Minum ramuan kayu manis dan madu dipercaya mampu menurunkan berat badan dalam semalam.
Perlu diketahui kayu manis memiliki sifat yang mampu membantu menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe 2 sekaligus menekan nafsu makan.
Melansir dari foodprevent.com, perubahan gula darah yang cepat dapat memicu seseorang mudah merasa lapar. Karena itu mengontrol gula darah agar tetap stabil sangat penting agar kita tidak memiliki nafsu makan berlebih.
Dalam hal ini, kayu manis yang memiliki kandungan antioksidan dapat membantu mempercepat penyembuhan luka, menurunkan tekanan darah, kolesterol hingga gula darah.
Begitu pula dengan madu sebagai pemanis alami dengan kalori relatif tinggi. Tetapi, madu sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan karena efeknya pada rasa lapar.
Sebuah studi telah membandingkan efek madu dan gula buatan pada wanita sehat. Hasilnya menunjukkan bahwa madu tidak memengaruhi peningkatan gula darah dibandingkan gula buatan.
Artinya, madu dan kayu manis sama-sama bahan rumahan yang memiliki peranan untuk mengontrol nafsu makan yang mana akan berpengaruh pada kenaikan berat badan.
Karena itu, minum ramuan madu campur kayu manis dipercaya efektif menurunkan berat badan dalam semalam. Apalagi jika kita meminumnya secara rutin setiap hari demi menjaga berat tubuh ideal.
Cara membuat ramuan ajaib ini pun sangat mudah. Kita hanya perlu menyiapkan 1 gelas air, 1 sendok makan bubuk kayu manis dan 1 sendok makan madu.
Baca Juga: Peneliti Sebut Rasa Kayu Manis dan Mentol dalam Vape Berbahaya
Setelah semua bahan siap, rebus air dalam panci. Lalu, tambahkan kayu manis ke dalam air dan aduk sampai mendidih.
Kemudian angkat air rebusan kayu manis yang sudah mendidih dan biarkan sampai dingin. Setelah dingin baru tambahkan madu dan ramuan siap diminum setiap hari sebelum tidur dan esok harinya saat bangun pagi.
Kita bisa melihat hasilnya yang siginifikan setelah beberapa hari meminum ramuan kayu manis dan madu ini secara rutin pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur.
Berita Terkait
-
Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Kirim Foto Makanan, Dapat Hitungan Kalori: Cara Baru Turunkan Berat Badan di Indonesia
-
Seni Memilah Pasangan di Buku Pernikahan Semanis Madu Bukan Sepahit Empedu
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?