News / Nasional
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:06 WIB
ilustrasi beruang. (Pixabay.com/NakNakNak)
Baca 10 detik
  • Seekor beruang madu menyerang warga di perkebunan Desa Pangkalan Gondai, Kabupaten Pelalawan, Riau, hingga korban mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit.
  • Tim Wildlife Rescue Unit BBKSDA Riau mengerahkan personel dan memasang kandang jebak di lokasi kejadian pada Kamis (6/8) untuk mengevakuasi satwa tersebut.
  • Langkah mitigasi cepat ini dilakukan sebagai respons atas instruksi pemerintah guna memprioritaskan keselamatan masyarakat sekaligus melindungi kelestarian satwa liar.

Suara.com - Kejadian mencekam menimpa seorang warga di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Keheningan perkebunan mendadak berubah menjadi horor saat seekor beruang madu (Helarctos malayanus) muncul secara tiba-tiba dan menyerang warga yang tengah beraktivitas.

Insiden ini memicu respons cepat dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.

Laporan mengenai konflik antara manusia dan satwa liar ini langsung direspons dengan pengerahan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) ke lokasi kejadian.

Langkah ini merupakan instruksi langsung guna memastikan mitigasi berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat yang kini diliputi kecemasan.

Kronologi Serangan Beruang Madu yang Mengerikan

Berdasarkan data yang dihimpun dari pemerintah desa setempat, serangan tersebut terjadi saat korban sedang berada di kebun miliknya.

Tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, seekor beruang madu dilaporkan muncul dan langsung menyerang korban dari arah belakang.

Serangan mendadak ini membuat korban harus berjuang keras demi mempertahankan nyawa.

Baca Juga: Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

Dalam kondisi terdesak, korban melakukan perlawanan sengit yang akhirnya membuat satwa liar tersebut melepaskan cengkeramannya dan melarikan diri ke dalam hutan.

Meski berhasil selamat dari maut, dampak serangan tersebut sangat fatal. Korban mengalami luka serius yang mengakibatkan pendarahan hebat.

Setibanya di rumah, kondisi korban terus menurun akibat kehilangan banyak darah hingga akhirnya jatuh pingsan.

Pihak keluarga yang panik segera melarikan korban ke Rumah Sakit Selasih Pangkalan Kerinci.

Kekinian, korban masih dalam penanganan intensif oleh tenaga medis untuk memulihkan kondisinya pasca-trauma serangan satwa buas tersebut.

Penanganan konflik di Pelalawan ini menjadi perhatian serius Kemenhut. Langkah cepat yang diambil BBKSDA Riau merupakan implementasi dari perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar.

Load More