Suara.com - Apakah Anda termasuk orang yang memiliki kebiasaan mendengkur? Jika ya, maka Anda berisiko mengalami penuaan dini. Hal ini dibuktikan sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep.
Menurut studi, gangguan pernapasan saat tidur seperti mendengkur yang menjadi gejala sleep apnea obstruktif, dapat mempercepat penuaan. Alasannya, ketika mendengkur, aliran oksigen dalam darah berkurang. Kurangnya oksigen membuat tubuh seseorang 215 hari tampak lebih tua dari usia yang seharusnya.
"Usia biologis orang mungkin tidak sama dengan usia kronologis mereka. Sebagian orang tampak lebih tua karena kebiasaan mereka," ujar Xiaoyu Li, penulis utama studi di Brigham and Women's Hospital di Boston.
Untuk mengarah pada temuan ini, para peneliti menganalisis status kesehatan 622 orang dewasa lewat metilasi DNA darah dan kebiasaan tidur mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung mengalami penuaan biologis lebih cepat terkait dengan gangguan pernapasan saat tidur daripada lelaki. Tetapi para peneliti menyarankan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat temuan ini.
"Selama ini perempuan sering dianggap memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami gangguan pernapasan saat tidur, namun temuan kami menunjukkan hasil sebaliknya," kata Li seperti dilansir dari laman Medical Daily.
Sampai saat ini, gangguan pernapasan saat tidur seperti mendengkur biasanya tidak mudah terdiagnosis dan diobati. Tetapi Li mengatakan bahwa mengenali lebih dini gangguan ini dapat meningkatkan usia harapan hidup seseorang. Jadi, jika Anda memiliki gangguan tidur seperti mendengkur, jangan diabaikan, ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?