Suara.com - Kita semua tahu mengejar orang yang dicintai tentu membutuhkan pengorbanan. Tetapi, seseorang juga perlu memikirkan risiko pengorbanannya agar tidak merugikan diri sendiri.
Seperti pria asal Taiwan yang berjuang keras mengejar cinta sejatinya sampai divonis menderita diabetes.
Pria ini jatuh cinta pada seorang wanita yang bekerja di sebuah supermarket yang menjual minuman kopi.
"Ketika kita mengejar seorang wanita, kita semua harus melakukan pengorbanan apapun demi mendapatkannya," tulis pria tersebut di media sosial dikutip dari World of Buzz.
Akhirnya, pria itu pun selalu membeli kopi di supermarket tersebut agar bisa selalu bertemu wanita yang dicintainya.
Bahkan pria ini pun berusaha menjadi pembeli yang "berbeda" supaya dikenal oleh wanita tersebut. Demi menarik perhatian, pria ini selalu meminta wanita yang dicintainya menambahkan 5 sendok gula ke dalam kopi pesanannya.
Awalnya, permintaan pria ini membuat wanita tersebut terhenyak. Tetapi, ia berhasil membuat wanita yang dicintainya di supermarket tersebut mengenalinya.
"Apakah ini tidak terlalu manis?" tanya wanita itu ketika pria ini meminta 5 sendok gula di kopinya.
"Tidak semanis kamu," cerita pria ini.
Baca Juga: Benarkah Nasi Putih dan Kentang Tidak Baik untuk Diabetes?
Selama 2 tahun, pria ini selalu membeli kopi di supermarket tempat kerja wanita yang dicintainya setiap hari. Selama waktu itu pula pria ini selalu membeli kopi dengan 5 sendok gula.
Sayangnya, pria ini tidak mempertimbangkan risiko kesehatannya mengonsumsi kopi dengan 5 sendok gula setiap hari.
Benar saja, akhirnya pria ini divonis menderita diabetes setelah 2 tahun selalu minum kopi dengan 5 sendok gula setiap hari.
Kisahnya memperjuangkan cinta hingga tak peduli kesehatan diri sendiri membuat netizen terheran. Meskipun ada pula beberapa orang tidak mempercayai kisahnya.
Melansir dari Healthline, mengonsumsi terlalu banyak gula dalam sehari tidak langsung menyebabkan seseorang diabetes.
Tetapi, terlalu sering mengonsumsi banyak gula untuk jangka waktu panjang pasti akan menyebabkan diabetes sama seperti yang dialami pria ini.
Tag
Berita Terkait
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Kirim Truk Kopi, Nam Ji Hyun Beri Dukungan Manis untuk Jang Nara dan PO
-
Ketika Seorang Pastor Jatuh Cinta: Daya Pikat Hilda Hurricane
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Membawa Cita Rasa Nusantara, Luwak Artcofie Jadi Oleh-oleh Khas Indonesia yang Mendunia
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?