Suara.com - Menggunakan bahan pelindung kulit dari paparan matahari atau sunscreen adalah hal penting. Sebab, bahan ini dapat melindungi kulit dari penyakit berbahaya yang bisa timbul akibat sinar ultraviolet.
"Sinar ultraviolet merupakan penyebab dari kerusakan (kulit) akibat sinar matahari dan mengakibatkan kanker kulit," jelas Dr. Shilesh Iyer, MD, seorang ahli dermatologi Bersertifikat Dewan dengan Grup Dermatologi New York.
Dokter Iyer juga mengungkapkan paparan sinar ultraviolet akan tetap ada meskipun cuaca sedang dingin. Ia juga mengungkapkan, saat mendung pun kita harus tetap menggunakan sunscreen.
Berikut beberapa akibat dari tidak menggunakannya sunscreen:
1. Kanker kulit
Berdasarkan laman Skincare.com, sinar UVA dan UVB dalam kirasan 300 hingga 400 nanometer dari panjang gelombang sinar radiasi sinar UV. Dan yang seperti kita tahu, sinar ini bisa masuk ke dalam kulit.
Sinar UVB bisa menyebabkan kanker kulit seperti karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa. Sedangkan UVA bisa menyebabkan kerutan, penuaan kulit hingga melanoma.
Inilah alasannya kita harus menggunakan sunscreen yang dapat melindungi kulit, dari UVA sekaligus UVB. Terlebih bagi orang yang mempunyai kulit putih.
"Semakin putih kulit Anda, semakin besar risiko terkena kanker kulit. Terutama jika Anda mempunyai riwayat keluarga dengan kanker kulit," tutur dokter kulit, Dr. Lisa Ginn.
Baca Juga: Tak Pakai Sunscreen, Wanita Ini Idap Kanker Kulit yang Berawal dari Hidung
2. Kerutan, garis halus dan bintik gelap
Tidak memakai sunscreen juga memiliki konsekuensi lain, bahkan jika Anda tidak menghabiskan banyak waktu di luar.
Dokter Ginn mengatakan, sebagian besar pasiennya mengaku tidak memerlukan sunscreen. Tapi pada beberapa waktu kemudian, sang dokter bisa melihat kerusakan dalam wajah mereka.
"Sisi wajah yang paling banyak terkena sinar matahari, bahkan melalui jendela mobil atau kaca jendela kantor, menunjukkan tanda-tanda kerusakan... dalam bentuk penuaan kulit," sambungnya.
Penuaan kulit dalam hal ini termasuk keriput, tanda-tanda halus dan bintik hitam.
"Tabir surya tidak hanya memiliki tujuan pengobatan, tetapi juga memiliki manfaat kosmetik," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Apakah Sunscreen Bisa Bikin Awet Muda? Ini Kata Dokter dan 5 Pilihan yang Layak Dicoba
-
7 Sunscreen Stick Non-Comedogenic yang Nyaman untuk Kulit Berminyak dan Rentan Jerawat
-
Dokter Cerita Pasien Kulit Terbakar Matahari Usai Diving, Ini Kesalahan saat Pakai Sunscreen!
-
4 Sunscreen Paling Murah untuk Mencerahkan Wajah dan Hempaskan Flek Hitam
-
4 Sunscreen Wardah untuk Ibu Hamil, Formula Aman dan Anti Iritasi
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?