Suara.com - Kesehatan anak tidak terlepas dari tumbuh kembangnya, termasuk memastikan organ tubuh seperti mata dan telinga tidak mengalami gangguan.
Di Indonesia, gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran merupakan salah satu masalah kesehatan anak yang acap kali terabaikan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyebut ada 4,6 persen populasi penduduk Indonesia yang menggunakan kacamata.
Di sisi lain, laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut 1 dari 1.000 kelahiran bayi di Indonesia mengalami gangguan pendengaran.
Tentunya, kedua masalah ini bisa menghambat tumbuh kembang anak jika diabaikan. Selain menghambat tumbuh kembang, dua gangguan ini juga berdampak pada pengurangan kualitas hidup anak, berisiko menimbulkan masalah kepribadian, dan menghambat prestasi sekolah.
Menyadari hal ini, Kasoem Group menyelenggarakan program 'Mata dan Telingaku Sehat, Prestasi Meningkat' dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2019.
Dalam keterangan resmi yang didapat Suara.com, Trista Mutia Kasoem mengatakan, seluruh cabang Kasoem Hearing maupun Vision Care akan memberikan pemeriksaan mata dan telinga secara gratis untuk anak anak usia 5 tahun hingga 16 tahun.
Program ini dilaksanakan serentak di seluruh cabang kasoem di Indonesia selama satu bulan sejak tanggal 1 Juli hingga 31 Juli 2019. Untuk mengikuti program ini, orang tua tinggal mendaftarkan anak melalui media sosial Kasoem Vision Care dan Kasoem Hearing.
"Dengan penyelenggaraan program 'Mata dan Telingaku Sehat, Prestasi Meningkat' Kasoem berharap bisa memberikan dampak positif serta informasi edukatif yang bermanfaat secara langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan dan pendengaran," ujar Trista Kasoem.
Baca Juga: Tanpa Disadari, 7 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Merusak Penglihatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026