Suara.com - Para pencinta kucing kini bisa semakin bahagia. Sebab, memelihara kucing memiliki manfaat kesehatan yang sudah terbukti.
Melansir dari In Style, sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam Journal of Vascular and Interventional Neurology fokus pada riset yang menggali dampak positif memelihara kucing.
Para ilmuwan kemudian menemukan bahwa kepemilikan kucing dapat bermanfaat bagi kesehatan kita dalam beberapa cara. Paling signifikan, para peneliti mengamati penurunan risiko kematian akibat serangan jantung dan semua penyakit kardiovaskular, termasuk stroke.
"Memiliki kucing sebagai hewan peliharaan rumah tangga dapat mewakili strategi baru untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada individu yang berisiko tinggi," kata penulis penelitian tersebut.
Aktivitas memeluk kucing pun juga bisa meredakan gejala kecemasan. Melanie Greenberg, psikolog klinis berlisensi, menyebut bahwa mengelus kucing dapat melepaskan oksitosin, hormon ikatan atau bahan kimia pelukan yang dapat mengurangi stres.
Itulah mengapa saat membelai kucing, kita merasakan bahagia dan tingkat stres akan berkurang. Tekanan darah pemilik kucing pun akan jadi lebih rendah.
Bagaimana? Apakah Anda semakin mantap memelihara kucing?
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS