Suara.com - Dalam situs web tanya jawab internasional, Quora, seorang wanita mengatakan bahwa dirinya makan nanas setiap bulannya karena ia mengalami menstruasi yang tidak teratur. Ia mengungkapkan bahwa nanas membantu mengatur menstruasinya.
Tidak hanya itu, seorang wanita juga pernah mengungkapkan di laman Facebook-nya bahwa setelah ia makan banyak nanas, menstruasinya datang lebih awal
Tapi apakah benar begitu?
Masih melansir Metrok UK, nanas mengandung enzim yang disebut bromelain. Senyawa ini digunakan dalam pengobatan.
Enzim ini membantu mengurangi pembengkakan dan dapat memperlambat pembekuan darah, serta meningkatkan sel darah merah dan putih, sehingga meningkatkan aliran darah.
Mengingat hal ini, secara teknis Anda bisa mendapatkan haid dengan mengonsumsi nanas. Namun, masih ada banyak bukti ilmiah.
Selain itu, mengonsumsi nanas saat haid juga diklaim sangat bagus, karena bromelain (yang juga digunakan untuk relaksasi otot), bertindak sebagai obat alami melawan kram.
Senyawa lain yang ditemukan dalam nanas adalah mangan.
Sebuah penelitian dilakukan dengan partisipan wanita oleh Dr. Phyllis Johnson di Human Nutrition Research Center di AS, mengungkapkan bahwa sejumlah kecil mineral ini meningkatkan aliran menstruasi untuk 50% partisipan wanita.
Baca Juga: Tetap Nyaman Berenang saat Menstruasi, Gunakan Benda Ini!
Jadi, mengonsumsi buah nanas selama menstruasi membantu Anda mengatasi rasa tidak nyaman di perut.
Sedangkan berdasarkan laman Medical News Today, bromelain pada nanas dapat mempengaruhi estrogen dan hormon lainnya.
Penelitian juga menunjukkan bahwa bromelain dapat membantu mengurangi peradangan, yang berarti bisa membantu beberapa penyebab menstruasi tidak teratur yang melibatkan peradangan.
Tetapi belum ada penelitian yang mengatakan bahwa mengonsumsi suplemen nanas atau bromelain akan memicu menstruasi.
Tag
Berita Terkait
-
Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?
-
Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Viral! Cowok 18 Tahun Masuk IGD Ngaku Menstruasi, Dokter Ungkap Fakta Pilu di Baliknya
-
Hari Pertama Haid dan Tuntutan Perempuan untuk Tetap Kuat
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?