Suara.com - Seorang wanita usia 72 tahun mengetahui dirinya menderita penyakit langka setelah mengamati urinenya bergelembung. Wanita tua itu divonis mengalami fistula colovesical karena adanya sebuah saluran di antara usus dan kandung kemihnya.
Fistula adalah suatu kondisi abnormal ketika dua bagian tubuh yang semestinya terpisah justru terhubung oleh sebuah saluran. Misalnya, usus besar dan kandung kemih, seperti yang dialami wanita tersebut.
Dua organ tubuh ini memiliki fungsi masing-masing yang semestinya tidak terhubung. Jika terhubung, kondisi ini disebut fistula colovesical.
Melansir dari Daily Star, dokter yang menangani wanita tua itu pun mengatakan salah satu gejala utama penyakit langka fistula adalah urine bergelembung. Ini karena sebuah saluran tidak normal yang menghubungan dua organ internal.
Tim medis pun memperlihatkan video hasil pemindaian kondisi tubuh wanita tersebut. Dalam video, terlihat ada kotoran kuning lembut mengalir ke kandung kemih melalui lubang kecil di permukaan.
Gelembung urine pun mulai terlihat dari lubang tersebut. Dokter menganalisis, penyakit fistula yang dialami oleh wanita tua ini dipicu oleh penyakit lain yang diderita sebelumnya.
Pihaknya menemukan wanita tersebut pernah memiliki tumor karena kanker dan penyakit radang usus yang menjadi salah satu penyebab fistula.
Mereka juga menemukan adanya lubang diekstruksi gas di kandung kemih wanita tersebut. Wanita itu akhirnya menjalani operasi untuk menutup celah di bagian ususnya yang terhubung ke kandung kemih.
Setelah dua bulan operasi, wanita itu tidak lagi merasakan gejala fistula dan kembali pulih. Perlu diketahui, gejala fistula itu sangat menyakitkan, antara lain urine bergelembung, darah dalam feses atau urine, sakit saat buang air kecil, diare dan sakit perut.
Baca Juga: Mengenal Fibromyalgia, Penyakit Langka yang Diidap Lady Gaga
Tentu saja wanita tua itu sekarang sangat bersyukur karena tidak lagi merasakan sakitnya gejala fistula setelah mendapat pertolongan tim medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem