Suara.com - Tidak hanya penyakit, ternyata obesitas juga bisa menular pada orang-orang sekitar. Menular dalam hal ini bukan dalam arti seperti penyakit, tetapi pada memiliki kebiasaan yang sama.
Ini adalah hasil dari penelitian yang melibatkan lebih dari 1.500 keluarga Angkatan Darat AS.
Para peneliti mengatakan temuan mereka dapat membantu menjelaskan mengapa tingkat obesitas yang tinggi di Amerika Serikat cenderung mengelompok di wilayah tertentu.
Bahkan hal ini tidak hanya memengaruhi orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga. Dalam lingkungan tersebut sebanyak 13% anak-anak mengalami obesitas, lebih dari dua kali lipat rata-rata global.
"Tinggal di sebuah komunitas di mana obesitas lebih dari norma dapat memengaruhi apa yang diterima secara sosial dalam hal perilaku makan dan olahraga serta ukuran tubuh," jelas penulis studi, Ashlesha Datar, melansir Health24.
Temuan ini dipublikasikan secara online di Journal of American Medical Association.
Sebuah fenomena yang disebut 'penularan sosial' mungkin sedang bekerja, kata peneliti, meskipun penelitian ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
Menurut Oxford Reference, penularan sosial adalah penyebaran gagasan, sikap, atau pola perilaku dalam suatu kelompok melalui peniruan dan kesesuaian.
Intinya adalah, "Jika lebih banyak orang di sekitar Anda mengalami obesitas, maka itu dapat meningkatkan peluang Anda sendiri untuk menjadi gemuk," kata Datar, seorang ekonom senior di University of Southern California Center for Economic and Social Research.
Berita Terkait
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Piala Dunia 2026 Dihantui Penyebaran Penyakit Menular dari Campak, Hepatitis Hingga Ebola
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh