Suara.com - Kesehatan paru-paru salah satu organ tubuh yang paling penting untuk diperhatikan. Ada banyak penyakit paru-paru yang bisa menyebabkan kematian, salah satunya kanker paru-paru.
Cara menjaga kesehatan paru-paru, salah satunya dengan menjaga organ tubuh ini dari paparan polutan seperti berhenti merokok.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilansir dari Medical News Today, paparan polusi udara telah menyebabkan 4,2 juta kematian di seluruh dunia.
Paru-paru yang sering terpapar polusi dari udara sekitar maupun asap rokok mungkin akan terasa penuh, sesak atau meradang.
Kondisi itu disebabkan oleh lendir yang menumpuk di paru-paru untuk menangkap mikroba dan patogen. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menimbulkan sejumlah penyakit paru-paru seperti pneumonia hingga kanker paru-paru.
Adapun beberapa makanan dan minuman yang mungkin bisa Anda gunakan untuk membersihkan paru-paru agar terhindari dari berbagai macam penyakit kronis.
1. Teh hijau
Teh hijau mengandung banyak antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan di paru-paru. Senyawa ini dipercaya dapat melindungi jaringan paru-paru dari efek berbahaya dari polusi udara.
Sebuah studi telah melibatkan lebih dari 1.000 orang dewasa di Korea yang melaporkan setidaknya mereka minum 2 cangkir teh hijau per hari. Kebiasaan ini membuat paru-paru mereka lebih baik.
Baca Juga: Sutopo Meninggal Karena Pneumonia, Ketahui Komplikasi Kanker Paru-paru
2. Makanan anti-inflamasi
Peradangan pada saluran udara dapat membuat orang kesulitan bernafas dan menyebabkan dada terasa berat serta sesak. Makan makanan anti-inflamasi dipercaya dapat mengurangi peradangan untuk meredakan gejala-gejala ini.
Makanan anti-inflamasi ini antara lain, kunyit, sayuran hijau, ceri, zaitun, kacang kenari dan kacang polong.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Cegah Food Waste, Bagaimana Food Cycle Indonesia Ajak Anak Muda Selamatkan Surplus Pangan?
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh