Suara.com - Wanita pascamenopause tentu memiliki risiko banyak terserang penyakit. Apalagi jika wanita pascamenopause memiliki berat badan yang besar.
Penelitian baru di Amerika Serikat pun menemukan wanita pascamenopause yang bertubuh buah Apel lebih berisiko terserang penyakit kardiovaskular. Berbeda dengan wanita dengan berat badan normal atau bisa disebut bertubuh buah pir.
Riset yang dilakukan Fakultas Kedokteran Albert Einstein, New York dilansir dari Asia One telah meneliti sebanyak 2.683 wanita usia 18 tahun dengan indeks massa tubuh normal (BMI) yang bebas dari penyakit kardiovaskular.
Hasilnya menunjukkan 25 persen wanita yang bertubuh buah apel alias tumpukan lemak di bagian tengah memiliki risiko sakit jantung lebih besar dua kali lipat.
Bahkan 25 persen lainnya juga berisiko terserang stroke. Berbeda dengan 25 persen wanita yang bertubuh buah pir alias memiliki tumpukan lemak di bagian kaki.
Mereka yang bertubuh buah pir justru 40 persen lebih rendah berisiko menderita penyakit kardiovaskular. Penelitian menemukan wanita yang bertubuh apel 3 kali lipat lebih berisiko menderita penyakit kardiovaskular.
Risiko menderita penyakit kardiovaskular pada wanita bertubuh buah apel tentu akan berkurang jika mereka mau mengurangi tumpukan lemak di bagian tengahnya.
Namun, penelitian ini hanya melihat dari hubungan tempat lemak menumpuk dengan risiko kardiovaskular.
Para peneliti tidak menganalisis riset ini dengan hubungan sebab akibat lainnya yang mungkin saja memengaruhi seseorang lebih berisiko menderita penyakit kardiovaskular.
Baca Juga: Hati-hati, Sering Makan Telur Tingkatkan Risiko Kardiovaskular
Berita Terkait
-
Viral Pedagang Kentang Kena Stroke Saat Live TikTok
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
HUT ke-37 Yastroki: Stroke Bukan Takdir, Tapi Bencana yang Bisa Dicegah dari Rumah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi