Suara.com - Seorang wanita berusia 41 tahun dari Inggris menjadi buta setelah terinfeksi parah pada bagian matanya. Ia mempunyai bekas luka permanen pada kornea, lensa atas yang jelas dari bola mata.
Melansir INSIDER, para peneliti mengungkapkan wanita tersebut telah memakai lensa kontaknya saat mandi dan berenang. Memungkinkan amoeba masuk ke bola mata dan tumbuh di sana.
Tentu saja, berdasarkan laporan yang diterbitkan 18 Juli di The New England Journal of Medicine, ini akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, penglihatan kabur dan kerusakan mata permanen.
Ini bukan pertama kalinya terjadi hal seperti ini. Seorang pria berusia 29 tahun asal Inggris juga mengalami kebutaan tahun lalu setelah ia terkena infeksi yang sama.
Pria tersebut juga sering menggunakan lensa kontak saat mandi, menurut Fox News.
Meskipun jenis kasus ini jarang terjadi, peneliti menyoroti sifat bola mata manusia yang sangat rapuh dan risiko yang melekat pada penggunaan lensa kontak, kata Dr. John Hovanesian, juru bicara klinis untuk American Academy of Ophthalmology.
Sementara kebanyakan orang dapat memakai lensa kontak dengan aman dengan tindakan pencegahan sederhana, mengambil risiko seperti memakainya dalam semalam atau mengenainya ke air itu layaknya berada di dalam mobil tanpa sabuk pengaman, kata Hovanesian.
"Sebagian besar waktu kamu akan lolos (tidak mengalami infeksi) begitu saja, tetapi jika sesuatu yang buruk terjadi, itu bisa menjadi jelek," katanya.
Menurut Hovanesian, lensa kontak dapat menyerap apa saja dan memerangkapnya di mata.
Baca Juga: Lupa Lepas Lensa Kontak Saat Mandi, Lelaki Inggris Alami Kebutaan
"Lensa kontak seperti spons kecil yang Anda masukkan ke mata Anda. Ini menyerap barang-barang dan menahannya dengan mata Anda, di mana lingkungan yang hangat dan lembap memberi waktu bagi jamur dan ameoba untuk tumbuh," tandasnya.
Berita Terkait
-
4 Cara Menghilangkan Jamur di Kaca Sunroof yang Membandel, Kembali Kinclong Modal Murah
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
Mumi Guanajuato di Meksiko Diduga Mengandung Jamur Aktif Berbahaya
-
Terobosan Baru Atasi Kebutaan: Obat Faricimab Kurangi Suntikan Mata Hingga 75%!
-
Dinding Rumah Berjamur? Ini 5 Cat Eksterior Anti Jamur dan Anti Panas
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?