News / Internasional
Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:05 WIB
Penyelam menemukan bangkai kapal Romawi kuno berisi ratusan bejana di lepas pantai Sisilia. (BBC)
Baca 10 detik
  • Penyelam menemukan bangkai kapal Romawi berusia 2.000 tahun di lepas pantai Sisilia Italia.
  • Kapal membawa tumpukan ratusan bejana tanah liat setinggi lebih dari enam kaki.
  • Kementerian Kebudayaan Italia menyebut penemuan ini salah satu yang terpenting dalam beberapa tahun.

Suara.com - Penemuan bangkai kapal dagang Romawi berusia lebih dari dua milenium di perairan Sisilia membuka babak baru penelusuran jalur perdagangan kuno Mediterania. Temuan spektakuler di kedalaman laut Mazara del Vallo ini membawa ratusan bejana tanah liat yang masih tertata utuh di dasar samudra.

Kementerian Kebudayaan Italia memastikan armada purba tersebut berasal dari abad pertama atau kedua sebelum Masehi. Lokasi bangkai kapal terdeteksi persis sekitar 3 mil dari garis pantai barat Pulau Sisilia.

Menteri Kebudayaan Italia, Alessandro Giuli, menegaskan nilai sejarah temuan bawah laut tersebut bagi dunia arkeologi modern.

Penyelam menemukan bangkai kapal Romawi kuno berisi ratusan bejana di lepas pantai Sisilia. (BBC)

"Salah satu penemuan arkeologi bawah laut paling penting dalam beberapa tahun terakhir," kata dia dikutip dari BBC Inggris, Senin (10/8/2026).

Dokumentasi video resmi memperlihatkan ratusan amphora—bejana khas Yunani dan Romawi kuno penampung anggur serta minyak zaitun—menumpuk rapi di dasar laut. Penemuan bernilai tinggi ini berawal dari pemindaian teknologi pemantau bawah air oleh tim penyelam lokal.

Nelayan sekaligus penyelam Giacomo De Mola membagikan momen berharga tersebut saat menyusuri dasar laut Sisilia menggunakan sonar.

"Apa yang tampak seperti batu biasa."

Harta Karun Purba di Dasar Laut Sisilia

Penyelam menemukan bangkai kapal Romawi kuno berisi ratusan bejana di lepas pantai Sisilia. (BBC)

Pengamatan langsung di lokasi mengubah dugaan awal tim penyelam yang semula mengira tumpukan tersebut hanyalah gundukan batu karang biasa. Rasa penasaran mendorong De Mola mendekat hingga menemukan gundukan raksasa berisi ratusan bejana antik.

Baca Juga: Sejarah Ceuta, Enklave Spanyol di Afrika Utara Jadi 'Surga' Warga Maroko

Pengalaman menyaksikan warisan sejarah abad lampau secara langsung memberikan kesan mendalam bagi para penyelam.

"Sulit untuk menggambarkan perasaan menjadi manusia pertama dalam hampir 20 abad yang melihat tempat itu lagi," kata De Mola.

Tim penyelam segera melaporkan temuan ini kepada Pengawas Laut Wilayah Sisilia untuk prosedur identifikasi serta penanganan situs sejarah. Pengukuran awal mencatat tumpukan bejana purba tersebut membentang sepanjang 70 kaki, lebar 20 kaki, serta tinggi melebihi 6 kaki.

Skala penemuan yang masif ini menjadi pengalaman tak terlupakan sepanjang karier penyelaman De Mola di perairan Italia.

"Ini, tanpa ragu, adalah penemuan paling luar biasa dalam hidup saya," kata De Mola.

Jejak Perdagangan Kuno Perairan Mediterania

Kawasan laut sekitar Sisilia sejak lama dikenal sebagai perlintasan vital perdagangan internasional pada era Kejayaan Romawi. Kapal-kapal dagang masa itu mendistribusikan komoditas pangan seperti minyak zaitun dan anggur antarwilayah kekuasaan di sepanjang pesisir Mediterania.

Penemuan situs Mazara del Vallo ini menambah deretan bukti arkeologi mengenai intensitas aktivitas maritim dan navigasi pelaut antik ribuan tahun silam. Lembaga pemerintah Italia kini memfokuskan perlindungan kawasan penemuan guna penelitian serta konservasi artefak berharga tersebut.

Load More