Suara.com - Saat ini masih banyak orang mengonsumsi minuman menggunakan sedotan plastik, mungkin salah satunya Anda. Iya tidak?
Minum menggunakan sedotan memang terasa lebih praktis dan nyaman. Padahal sedotan plastik tidak hanya punya dampak buruk pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi kesehatan kita.
Melansir dari Washington Post, berikut ini beberapa masalah kesehatan yang bisa disebabkan oleh penggunaan sedotan plastik.
1. Perut kembung dan penuh gas
Minum memakai sedotan bisa membuat udara masuk ke saluran pencernaan. Hal ini bisa menyebabkan gejala pencernaan yang tidak nyaman, seperti gas dan kembung.
2. Gigi berlubang
Konsumsi minuman manis menggunakan sedotan justru meningkatkan kemungkinan gigi berlubang. Hal itu karena, sedotan mengirim aliran cairan terkonsentrasi ke area kecil gigi yang bisa mengikis enamel dan menyebabkan kerusakan gigi.
3. Memengaruhi kadar estrogen
Kebanyakan sedotan plastik terbuat dari polypropylene meski dianggap aman dan disetujui oleh Food and Drug. Tetapi, bahan kimia dari polypropylene justru bisa memengaruhi kadar estrogen. Apalagi jika minuman terpapar oleh panas atau sinar UV.
Baca Juga: Wanita Tewas Tertusuk Sedotan, Perlukah Larangan Pakai Sedotan Logam?
4. Keriput
Penggunaan sedotan yang terlalu sering juga bisa menyebakan kerutan di sekitar mulut, sama halnya dengan merokok.
5. Meninggalkan noda gigi
Banyak orang berpikir hanya kopi dan merokok yang meninggalkan noda pada gigi. Faktanya, penggunaan sedotan saat minum juga bisa meninggalkan noda pada gigi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien