Suara.com - Panik Dikejar Deadline, Yuk Tenangkan Diri dengan 5 Langkah Ini
Saat deadline sudah menanti dan ocehan atasan terus menerus menggema, biasanya karyawan akan terserang panik dan stres, yang justru membuat pekerjaan jadi tidak maksimal.
Nah, berikut ini langkah yang bisa Anda lakukan ketika panik menyerang.
Dikutip dari Times of India, Jumat (30/8/2019), berikut 5 langkah menenangkan diri saat panik dikejar deadline.
1. Fokus bernapas
Gejala panik yang dialami biasanya nafas tidak menentu, nafas jadi pendek dan cepat sehingga terengah-engah.
Nah, langkah pertama yang harus dilakukan ialah fokus bernapas, konsenterasi ambil napas dalam-dalam, maka secara otomatis detak jantung akan stabil dan tubuh akan rileks.
2. Konsentrasi berpikir
Saat panik menyerang, biasanya otomatis berpikir negatif. Cara terbaik mengatasinya ialah dengan menuliskan pikiran negatif itu, karena saat pikiran tidak dikendalikan maka akan rawan terserang takut pada suatu hal yang belum tentu terjadi.
Baca Juga: Jangan Panik, Begini Cara Tangani Gigitan Ular Sebelum Dirawat Secara Medis
Nah, ketika pikiran negatif itu ditulis akan berikan perspektif lain saat panik. Lalu kita akan tertantang untuk membuktikan, apa yang ditakutkan tidak akan terjadi, situasi pun bisa dikendalikan dan tidak lagi panik.
3. Jangan buru-buru mengundurkan diri
Akibat terburuk rasa panik di tempat kerja ialah terburu-buru resign atau mengundurkan diri. Bisanya panik terjadi bagi mereka yang baru keluar dari zona nyaman.
Tapi resign juga tidak selesaikan masalah dan jadi tindakan bodoh. Jadi yang harus dilakukan tetap diam dan menunggu sampai masalah selesai dan mereda.
4. Beritahu rekan kerja
Saat panik sebaiknya beritahu seseorang di tempat kerja terkait kondisi yang dialami.
Karena banyak orang akan salah paham mengira gejala panik sebagai serangan jantung. Salah paham itu akan memperburuk suatuasi dan kondusi
5. Dapatkan pengobatan
Saat serangan panik sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, maka segera minta bantuan pakar medis. Para ahli mengatakan serangan panik dapat diobati melalui obat-obatan dan terapi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua