Suara.com - Memasuki tahap lanjut usia (lansia), pastinya orang akan lebih rentan terserang berbagai penyakit. Oleh karena itu, lansia membutuhkan pelindungan yang tepat untuk mengurangi risiko terserang penyakit.
Lansia juga membutuhkan olahraga rutin yang lebih baik dimulai sejak usia 50 tahun. Bahkan, ibu-ibu muda juga disarankan olahraga rutin untuk mempersiapkan masa tuanya.
Dilansir dari The Sun, dokter justru menyarankan lansia agar berkebun dan berenang setidaknya 2 kali seminggu.
Penelitian medis dari pemerintah menyarankan pada wanita agar rutin berolahraga setidaknya selama 2,5 jam sekali selama seminggu.
Mereka merekomendasikan bahwa orang di atas usia 50 tahun lebih baik melakukan latihan fisik berbasis kekuatan. Latihan ini termasuk menaiki tangga dan membawa barang belanjaan.
Dalam sebuah laporan penelitian, mereka juga menyarankan para lansia latihan fisik dengan cara menari. Hal ini guna menurunkan risiko cedera, jatuh karena hilang keseimbangan, hingga terserang penyakit.
Menurut dokter, latihan fisik secara rutin setiap minggu ini mengurangi risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung serta depresi pada lansia dan ibu-ibu lainnya.
Khususnya pada ibu yang baru saja melahirkan, dokter menyarankan untuk latihan dasar panggul segera mungkin. Olaharaga ini berguna untuk meredakan sakit punggung, memperbaiki tidur, dan membantu menghilangkan lemak.
"Saya ingin meyakinkan wanita bahwa aman untuk olahrag aktif selama kehamilan dan tidak ada efek negatifnya ketika menyusui," jelas Prof. Dame Sally Davies, masih dilansir dari The Sun.
Baca Juga: Dulu Jadi Korban Bully di Sekolah, Lansia Tembak Musuhnya saat Reuni
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?