Suara.com - Rumah tangga Denny Cagur dan Santi termasuk yang selalu terlihat harmonis. Namun, faktanya Denny Cagur dan Santi pun pernah bertengkar hebat hingga salah satu hendak bunuh diri.
Beberapa hari lalu, Denny Cagur dan istrinya menceritakan lika-liku rumah tangga mereka dalam saluran YouTube Ussy Sulistiawaty. Denny Cagur menceritakan satu momen yang istrinya marah besar karena sesuatu hingga ingin bunuh diri.
"Dia pernah mau minum obat pelangsing. Kita berantem, kan. Nah, dia bilang, 'Mami minum, nih. Minum, ya'. Ya udah aku bilang minum aja. Kalau mau minum, jangan di sini. Di luar aja karena aku lagi males gotong-gotong mayat," kata Denny Cagur sambil menirukan istrinya kala itu.
Saat itu, Santi berniat nekat bunuh diri dengan menelan obat pelangsing. Setelah meminumnya, Santi mengaku tubuhnya terasa gemetar dan menggigil.
"Akhirnya aku minum karena gengsi udah di tangan. Pas udah diminum, tubuh langsung gemeteran sama menggigil. Terus dia nongol bilang, 'Lah, elu. Sakit iya, mati kagak.' Kayak gitu," sambung Santi, istri Denny Cagur.
Terkait cerita yang dialami istri Denny Cagur, sekarang ini masih banyak wanita yang mengonsumsi obat pelangsing. Padahal salah pilih obat pelangsing bisa membahayakan nyawa.
Melansir dari Hellosehat, pil diet atau obat pelangsing jenis tertentu memang tidak berbahaya karena membantu mengatur pola makan dan penyerapan nutrisi.
Namun, penggunaan pil pelangsing ini harus berada di bawah pengawasan dokter ahli. Hal itu guna mengetahui seberapa besar dosis obat yang seharusnya diminum. Jika tidak, obat pelangsing bisa menimbulkan reaksi berbahaya pada tubuh
Melansir dari Futures Recovery Health Care, ada beberapa obat pelangsing yang memang sudah dilarang oleh FDA karena efek sampingnya berbahaya.
Baca Juga: Berbagi Obat Tetes Mata Berdampak Buruk, Begini Kata Pakar
Beberapa di antaranya adalag obat ephedra yang meningkatkan risiko jantung dan stroke, hydroxycut yang menyebabkan kerusakan ginjal dan hati, fen-phen yang memicu kerusakan jantung dan paru-paru, hingga obat meridia yang berisiko menyebabkan serangan jantung.
Adapun efek samping obat pelangsing secara umum jika dikonsumsi tanpa aturan dokter:
- Detak jantung meningkat
- Tekanan darah tinggi
- Agitasi
- Diare
- Masalah ginjal
- Kerusakan hati
- Pendarahan dubur
Intinya, jangan sembarangan minum obat pelangsing. Jangan juga menjadikannya ancaman bunuh diri seperti yang pernah dilakukan istri Denny Cagur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun