Suara.com - Benarkah Insomnia Bisa Tingkatkan Keinginan untuk Bunuh Diri?
Banyak kegiatan seperti tugas menumpuk hingga banyak pikiran juga bisa membuat waktu tidur Anda terganggu. Akibatnya, kurangnya waktu tidur bisa mempengaruhi produktivitas Anda di hari berikutnya.
Karena kurang tidur bisa membuat Anda mudah mengantuk, cepat lelah, atau sulit berkonsentrasi. Bahkan, jika dibiarkan, kurang tidur tidak hanya bisa mempengaruhi kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental Anda.
Penelitian yang telah diterbitkan dalam Journal of Clinical Psychiatry menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara masalah tidur dengan peningkatan pemikiran untuk bunuh diri. Masalah tidur ini merupakan salah satu faktor pemicu munculnya keinginan bunuh diri selain faktor depresi, penggunaan alkohol, ataupun narkoba.
Tidur bukan saja karena kelelahan, tetapi juga karena kebiasaan dan pola hidup. Tidur juga bukan sekadar aktivitas menutup mata, tapi merupakan waktu untuk tubuh beristirahat serta melakukan banyak proses seperti pengolahan, restorasi, dan penguatan ingatan.
Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa penderita insomnia memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk bunuh diri dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki kesulitan tidur. Sebuah penelitian pada remaja di tahun 2011 juga menemukan bahwa mereka yang memiliki masalah tidur pada usia 12 sampai 14 tahun, dua kali lebih mungkin memiliki pemikiran bunuh diri di masa remaja mereka.
Insomnia sering kali membuat seseorang merasa tidak menemukan ketenangan, bahkan di malam hari, di waktu seharusnya ia bisa istirahat dengan tenang. Akhirnya, insomnia atau gangguan tidur menjadi salah satu penyebab terjadinya depresi.
Bahkan, insomnia juga dapat memperburuk depresi karena orang-orang tersebut merasa tidak bisa menemukan cara untuk sembuh dari insomnia. Akibatnya, mereka menjadi putus asa dan merasa hidupnya kacau karena terus mengalami insomnia dari satu malam ke malam lainnya. Sehingga, orang yang mengalami insomnia atau gangguan tidur lainnya cenderung mengalami depresi yang bisa berujung pada pemikiran untuk bunuh diri.
Jika Anda mengalami insomnia, berikut adalah beberapa tips untuk mengalahkan insomnia yang dikutip Hello Sehat dari WebMD:
Baca Juga: Minum Kopi Sebelum Tidur Bukan Penyebab Insomnia, Asal Begini Aturannya!
Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
Kurangi kebiasaan merokok, minum alkohol dan kafein.
Jangan terlalu banyak tidur siang, karena dapat mempengaruhi waktu tidur malam Anda.
Berolahraga secara teratur.
Batasi aktivitas di tempat tidur, termasuk bermain ponsel di tempat tidur.
Jangan makan atau minum mendekati waktu tidur.
Jadikan lingkungan tidur Anda nyaman, termasuk suhu, pencahayaan, dan kebisingannya.
Sediakan beberapa waktu sebelum tidur untuk memikirkan hal-hal yang Anda khawatirkan, yang dapat mengganggu waktu tidur Anda.
Pertimbangkan untuk berpartisipasi dalam terapi kognitif. Terapi kognitif bisa membantu beberapa orang dengan insomnia mengidentifikasi dan memperbaiki pikiran dan keyakinan yang tidak tepat yang dapat menyebabkan insomnia.
Jangan sepelekan masalah tidur, karena mengalami insomnia terus menerus alias dalam jangka waktu yang panjang dapat berujung pada mudah stres hingga depresi dan pemikiran untuk bunuh diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?