Suara.com - Manfaat Pasak Bumi Bagi Lelaki: Tambah Vitalitas dan Bikin Subur
Tanaman pasak bumi sudah terkenal sebagai bahan obat herbal yang bermanfaat bagi lelaki.
Penggunaan tanaman ini bahkan sudah dilakukan sejak dahulu, yang dilakukan dengan merebusnya sebagai teh, atau digerus dan diracik sebagai jamu.
Dilansir laman Popular-world.com, berikut manfaat pasak bumi khusus untuk lelaki, apa saja?
1. Bikin subur
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Asian Journal of Andrology pada 2010 lalu, lelaki yang kurang subur biasa diatasi dengan kayu pasak bumi. Lelaki yang mendapatkan asupan 200 mg ekstrak pasak bumi selama 3-9 bulan mengalami peningkatan jumlah air mani, sperma, dan kualitas sperma yang dihasilkan lebih baik dari sebelumnya.
2. Membentuk dan membesarkan otot
Bisa dibilang, pasak bumi adalah tanaman herbal yang dapat memenuhi kebutuhan lelaki. Sebab, tanaman herbal ini ternyata juga bisa membantu Anda untuk mendapatkan otot yang besar dan berbentuk. Meski begitu, Anda tetap harus melakukan olahraga berat serta menerapkan pola makan yang sehat, namun pasak bumi dapat meningkatkan energi, vitalitas, dan kekuatan fisik lelaki.
3. Menambah vitalitas
Baca Juga: 5 Berita Terpopuler Kesehatan, No 3 Lelaki Wajib Baca!
Pasak bumi adalah obat herbal yang terbukti bisa meningkatkan energi dan vitalitas lelaki sehingga bisa lebih tahan lama di atas ranjang. Pasak bumi dapat meningkatkan aliran darah ke penis, mengatasi disfungsi ereksi, sekaligus membantu meningkatkan produksi sperma dan memperbaiki kualitasnya.
4. Meredakan stres
Apakah Anda mudah merasa stres? Mungkin Anda bisa mencoba untuk mengonsumsi ekstra pasak bumi. Pasalnya, dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition, disebutkan kalau sebanyak 63 orang yang mengonsumsi suplemen herbal ini memiliki tingkat stres yang lebih stabil. Di akhir penelitian diketahui kalau tongkat ali ternyata menurunkan hormon penyebab stres dan meningkatkan hormon anti-stres.
5. Meningkatkan Libido
Jika Anda memiliki masalah dengan nafsu seks yang rendah, ekstrak tumbuhan pasak bumi juga bisa jadi solusinya. Penelitian yang dilakukan oleh School of Pharmaceutical Sciences, University of Science Malaysia, menemukan bahwa tumbuhan ini berhasil meningkatkan libido pada lelaki, bahkan tanpa perlu rangsangan seksual secara fisik.
Itulah manfaat pasak bumi bagi lelaki. Bagaimana, tertarik mengonsumsinya sekarang?
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma