Suara.com - Anda mungkin sudah pernah mendengar bahwa minum air hangat di pagi itu baik untuk kesehatan tubuh. Tetapi, minum air hangat yang dicampur madu akan memberikan manfaat kesehatan yang lebih banyak.
Melansir dari Stylecraze, madu memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan tubuh Anda. Pemanis alami dari lebah ini biasanya digunakan sebagai pengganti gula.
Terkadang, orang juga menggunakan madu untuk mengatasi masalah kulit, seperti luka bakar, gatal dan lainnya. Dalam hal ini, minum air madu hangat setiap pagi juga akan memberikan manfaat lebih dari dalam tubuh.
1. Mencegah penyakit menular
Madu bersifat antibakteri yang sangat bermafaat bagi tubuh kita agar terlindungi dari penyakit menular.
2. Mengobati batuk
Anda juga bisa meminum air madu hangat untuk mengatasi maupun mengurangi tingkat keparahan batuk pada anak-anak. Pada anak-anak di atas setahun, Anda bisa memberinya madu sekitar 2,5 ml.
Namun, ramuan alami mengobati batuk dengan madu ini tidak boleh diberikan pada anak-anak di bawah satu tahun karena risiko botulisme.
3. Meningkatkan kualitas tidur
Baca Juga: Jangan Abaikan Bau Mulut, Coba Kumur Ramuan Kayu Manis dan Madu!
Minum air madu hangat juga bisa meningkatkan kualitas tidur pada anak-anak, terutama yang mengalami infeksi saluran pernapasan dan batuk.
4. Meningkatkan fungsi pencernaan
Air madu hangat juga memeliki manfaat positif untuk bakteri usus dan membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan. Selain itu, madu juga bisa menghambat efek genotoksik dan berbahaya dari mikotoksin bila digunakan sebagai pengganti gula olahan.
5. Menurunkan berat badan
Bagi Anda yang mengganti gula harian dengan madu alami akan merasakan manfaatnya dalam proses penurunan berat badan. Bahkan manfaat madu dalam menurunkan berat badan bisa bertahan dalam waktu jangka panjang.
Selain 5 manfaat di atas, madu juga bisa mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan membuat penampilan wajah lebih cantik. Karena itu, cobalah minum air madu hangat setiap pagi mulai sekarang.
Berita Terkait
-
Seni Memilah Pasangan di Buku Pernikahan Semanis Madu Bukan Sepahit Empedu
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kompres Demam Air Hangat atau Dingin? Ini 5 Rekomendasi Plester Penurun Panas Praktis
-
Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
-
Kaleidoskop 2025: 8 Lagu Indonesia Paling Viral, Tak Semuanya Baru Dirilis
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi