Suara.com - Saat anak atau anggota keluarga mengalami demam, banyak orang tua mencari cara praktis untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Salah satu solusi yang sering digunakan adalah rekomendasi plester penurun panas yang mudah ditempel di dahi dan memberikan sensasi dingin dalam waktu cukup lama.
Selain menggunakan plester pendingin, metode kompres juga sering dilakukan di rumah. Banyak orang masih bertanya, kompres demam pakai air hangat atau dingin? Jawaban yang dianjurkan secara medis adalah menggunakan air hangat, karena membantu tubuh melepaskan panas secara bertahap.
Air dingin justru dapat membuat pembuluh darah menyempit sehingga panas tubuh sulit keluar. Kombinasi kompres hangat dan plester pendingin bisa membantu membuat penderita demam merasa lebih nyaman.
Berikut beberapa rekomendasi plester penurun panas yang cukup populer dan mudah ditemukan di apotek maupun toko online.
1. Pure Kids Fever Free Cooling Patch Gel
Plester penurun panas dari Pure Kids ini dikenal memiliki sensasi dingin yang cukup cepat terasa setelah ditempelkan di dahi. Produk ini menggunakan gel hidrofilik yang mampu menyimpan suhu dingin cukup lama sehingga membantu memberikan rasa nyaman bagi anak yang sedang demam.
Pure Kids Fever Free Cooling Patch Gel juga dirancang dengan bahan yang lembut dan tidak mudah lepas. Perekatnya cukup kuat namun tetap aman untuk kulit sensitif anak. Selain ditempel di dahi, beberapa orang tua juga menggunakannya di area leher atau ketiak untuk membantu meredakan panas tubuh.
Produk ini biasanya dijual sekitar Rp25 ribu per kemasan, tergantung jumlah lembar di dalamnya. Dengan harga yang cukup terjangkau, plester ini sering menjadi pilihan praktis saat anak mengalami demam ringan di rumah.
2. Bye Bye Fever Baby
Untuk bayi dan balita, banyak orang tua memilih produk yang memang dirancang khusus untuk kulit sensitif. Bye Bye Fever Baby merupakan salah satu plester pendingin yang cukup populer karena formulanya dibuat lebih lembut dan aman untuk bayi.
Plester ini mengandung gel pendingin yang mampu memberikan efek sejuk hingga sekitar 8 jam. Teksturnya tipis dan fleksibel sehingga mudah menyesuaikan bentuk dahi bayi tanpa terasa mengganggu. Selain itu, produk ini tidak mengandung obat sehingga aman digunakan bersamaan dengan obat penurun panas yang diresepkan dokter.
Baca Juga: Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
Bye Bye Fever Baby biasanya dijual dengan harga sekitar Rp90 ribu per kemasan yang berisi beberapa lembar plester. Walaupun sedikit lebih mahal dibanding produk lain, kualitas bahan dan keamanan untuk bayi menjadi alasan banyak orang tua memilihnya.
3. Hansaplast Cooling Fever
Hansaplast dikenal luas sebagai merek produk perawatan luka, namun juga memiliki plester penurun panas yang cukup praktis digunakan. Hansaplast Cooling Fever dirancang untuk memberikan sensasi dingin yang cepat setelah ditempelkan pada dahi.
Teknologi gel pendingin pada plester ini membantu menyerap panas dari permukaan kulit sehingga memberikan rasa nyaman saat demam. Desainnya juga cukup tipis sehingga tidak terasa berat atau mudah lepas saat digunakan oleh anak maupun orang dewasa.
Produk ini biasanya dijual dengan harga sekitar Rp6 ribu per lembar, sehingga termasuk salah satu pilihan ekonomis di kategori rekomendasi plester penurun panas yang mudah ditemukan di apotek atau minimarket.
4. Termorex Patch 6 Plester
Pilihan lain yang cukup populer adalah Termorex Patch yang tersedia dalam kemasan berisi beberapa lembar plester. Produk ini menggunakan teknologi gel pendingin yang mampu mempertahankan sensasi sejuk selama beberapa jam setelah ditempelkan.
Keunggulan Termorex Patch terletak pada ukuran plester yang cukup besar sehingga dapat menutupi area dahi dengan baik. Perekatnya juga dirancang agar tidak mudah lepas meskipun penderita demam bergerak atau berkeringat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi