Suara.com - Baru-baru ini anggota girlband kpop Laboum membongkar cara mereka menjaga penampilan fisik ketika menjadi bintang tamu di SBS Power FM. Saat itu mereka sedang membicarakan album terbarunya yang baru saja rilis.
Melansir dari Koreaboo.com, mereka mengaku telah menjalani diet ketat dengan menghindari karbohidrat selama 3 tahun terakhir. Solbin, salah satu anggota girlband Labouum pun mengaku berat badannya sudah turun hingga 12 kg berkat diet ketat.
Selain itu, Solbin juga mengaku mengonsumsi kacang polong yang membantu menurunkan serta menjaga berat badannya. Meskipun terkadang Soblin suka mengonsumsi roti.
Ternyata kacang polong termasuk makanan yang kaya serat dan antioksidan. Sejumlah penelitian dilansir dari Healthline, menunjukkan kacang polong membantu melindungi diri dari penyakit kronis, jantung dan kanker.
Tak hanya itu, ternyata kacang polong juga bermanfaat dalam proses penurunan berat badan. Melansir dari NDTV, kacang polong adalah menu tambahan yang bagus untuk diet sehat karena diperkaya vitamin K dan C.
Kacang polong juga mengandung zat besi yang berguna mencegah anemia serta meningkatkan energi. Kacang polong yang bagus untuk menu diet ini juga bisa meningkatkan tingkat kekebalan tubuh secara alami. Adapun cara kacang polong dalam membantu penurunan berat badan.
1. Serat tinggi
Kacang polong kaya akan serat yang tidak mudah larut, karena membutuhkan waktu lama untuk dicerna dan menimbulkan perasaan kenyang. Jika Anda merasa kenyang setelah makan kacang polong, maka Anda tidak akan makan berlebihan setelahnya.
2. Protein tinggi
Baca Juga: Punya Sakit Maag Tidak Boleh Diet, Mitos atau Fakta?
Kacang polong juga sumber protein vegan yang sangat baik. Sehingga ratusan gram kacang polong bisa mengandung sekitar 5 gram protein yang merupakan sumber protein nabati sangat baik.
3. Kadar lemak rendah
Kacang polong juga mengandung kurang dari 0,5 gram lemak. Sehingga kacang polong sangat cocok dimasukkan ke dalam menu diet.
Berita Terkait
-
Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh