Suara.com - Waspada Tangan Bergetar Tanpa Henti, Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya
Pernah merasakan khawatir karena tiba-tiba tangan tremor atau bergetar hebat saat melakukan aktivitas sehari-hari. Biasanya gejala ini sangat menyulitkan saat harus memegang benda, lalu kita tidak bisa mengontrol tangan.
Bergetar memang identik dengan rasa gugup aau gembira. Tapi masalahnya, getaran ini tidak ada perubahan suasana sekalipun.
Kira-kira apa penyebabnya? Dilansir laman Times of India, Senin (9/12/2019), berikut 5 di antaranya:
1. Terlalu banyak konsumsi kafein
Kelebihan asupan kafein juga dapat memengaruhi sistem saraf Anda dan membuat Anda merasa gelisah. Kasusnya sama saat terlalu banyak mengonsumsi teh atau alkohol.
Kafein yang terlalu banyak juga bisa memicu efek samping pada saraf. Seperti diketahui, untuk jumlah maksimal konsumsi kafein perhari ialah 2 cangkir.
2. Efek samping obat
Beberapa obat dapat membuat tangan tidak stabil. Obat-obatan ini mengganggu sistem saraf pusat dan otot-otot, yang pada akhirnya memic tremor.
Baca Juga: Yang Perlu Anda Tahu Tentang Anemia dan Tremor
Obat-obatan seperti untuk penyakit asma, migrain, inhibitor reuptake serotonin jadi pemicu yang kuat.
3. Perokok berat
Kebanyakan orang percaya bahwa merokok dapat mengurangi tingkat stres mereka, tetapi di saat bersamaan rokok juga dapat meningkatkan kecemasan.
Rokok mengandung nikotin yang masuk ke aliran darah dan membuat jantung berdetak lebih cepat. Lalu pada saatnya, akan menimbulkan rasa cemas dan tangan mulai bergetar.
4. Kekurangan vitamin B12
Vitamin B12 berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem saraf pusat dan sangat penting untuk menciptakan dan mengatur DNA. Jadi, jika tidak makan daging atau telur sebagai sumber vitamin B12. Ini bisa membuat tangan dan kaki gemetar.
5. Kurang tidur
Kurang tidur tidak hanya dapat memicu rasa jengkel dan melahirkan amarah, tetapi juga dapat meningkatkan tremor atau getaran pada tubuh. Setidaknya diperlukan tujuh hingga delapan jam waktu tidur agar otak berfungsi dengan baik.
Ketika tidak cukup istirahat di malam hari, otak akan mulai tidak berfungsi. Ini dipaksa untuk bekerja dalam kondisi stres, yang mengganggu fungsi normal tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit