Suara.com - Peng, wanita asal Guangdong, China mengalami masalah penglihatan yang membuat matanya sering keluar cairan akibat pekerjaannya.
Sebelumnya, wanita asal China ini sering bekerja lembur. Kebiasaan tersebut membuat penglihatannya memburuk seiring berjalannya waktu.
Suatu ketika Peng memutuskan memeriksakan masalah penglihatannya yang mulai buram pada dokter. Ia lantas bercerita bahwa matanya sering mengeluarkan cairan yang tidak seperti air mata biasa.
Dokter lantas mengatakan bahwa air mata yang keluar terus-menerus itu disebabkan oleh penumpukan cairan di bawah retina. Hal itu merupakan kondisi yang disebut pusat serous chorioretinopath.
Menurut Medical News Today dikutip dari worldofbuzz.com, retina bertanggung jawab mengubah cahaya yang diambil dalam bentuk gambar yang bisa dipahami otak.
Sehingga penumpukan cairan di bawah retina bisa menyebabkan retina terlepas lalu mengakibatkan masalah penglihatan.
Dalam kasus kali ini, dokter mengatakan penumpukan cairan di bawah retina Peng disebabkan oleh kebiasannya yang bekerja berlebihan. Sehingga kebiasaannya kerja telalu keras itu menyebabkan retina terlepas.
Kondisi ini juga sering terjadi pada orang usia pertengahan 40 tahun yang merupakan salah satu penyakit retina paling umum.
Sebenarnya kondisi ini tidak memerlukan perawatan medis khusus. Pasien hanya perlu istirahat agar cairannya keluar dengan sendirinya.
Baca Juga: Ibu di Wonogiri Tewas usai Tenggak Racun Serangga, 2 Anak Ikut Dicekoki
Namun, obat-obatan tertentu, perawatan laser dan perubahan gaya hidup bisa membantu mengobati masalah tersebut.
Perubahan gaya hidup itu termasuk mengurangi tingkat stres, tidur minimal 7 jam setiap malam dan menghindari minuman alkohol.
Berita Terkait
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Waspada, 10 Kebiasaan Ini Bisa Mengganggu Penglihatan dan Rusak Kesehatan Mata Anda
-
Terobosan Baru Lawan Kebutaan Akibat Diabetes: Tele-Oftalmologi dan AI Jadi Kunci Skrining
-
Terobosan Baru Atasi Kebutaan: Obat Faricimab Kurangi Suntikan Mata Hingga 75%!
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus