Suara.com - Ketika sedang berada di tempat kerja, sering kah Anda memiliki keinginan untuk membeli makanan berkalori tinggi? Jika ya, Anda tidak sendiri. Ternyata ada penjelasan di balik kondisi ini.
Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang berada di bawah tekanan, seperti deadline pekerjaan, cenderung menginginkan makanan yang mengandung kalori.
Psikolog di balik penelitian ini pun mengatakan, ketika orang-orang sadar waktu hampir habis, mereka akan merasakan kehilangan sumber energi. Ini mendorong mereka untuk makan sebagai kompensasinya.
Studi ini dilakukan oleh Indian Institute of Management, Udaipur dan diterbitkan di Journal of Consumer Psychology.
Melansir Daily Mail, jumlah dasar kalori yang dibutuhkan orang dewasa per harinya adalah 2000 kkal (wanita) dan 2500 kkal (pia).
Ini didasarkan pada jumlah energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar, serta untuk berjalan dan bekerja sepanjang hari.
Orang yang banyak berolahraga butuh lebih banyak kalori. Sama halnya dengan anak-anak dan remaja, yang lebih banyak membakar energi.
Makanan yang diproses dan memiliki kadar karbohidrat, gula dan garam yang tinggi memiliki jumlah kalori yang lebih tinggi daripada buah dan sayuran segar.
Kegemukan akan terjadi ketika kita kalori yang kita konsumsi lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Sebaliknya, apabila kalori yang dikonsumsi sedikit, berat badan akan turun.
Baca Juga: BMI Meningkat, Konsumsi Kalori Juga Akan Lebih Banyak
Berita Terkait
-
5 Merek Gula Rendah Kalori Murah untuk Diabetes dan Diet, Bisa Ditemukan di Supermarket
-
5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Hitung Kalori Terbakar Paling Akurat, Cocok untuk Pantau Diet
-
Waspada Metabolisme Lambat! 7 Hal Ini Bisa Merusak Mesin Pembakar Kalori Tubuh Anda
-
Bukan Gorengan, Ini 10 Ide 'Snack' Sehat yang Gampang Dibuat dan Gak Bikin Nyesel
-
7 Smartwatch Murah yang Bisa Hitung Kalori: Praktis Pantau Diet, Harga Mulai Rp200 Ribuan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens