Suara.com - Dalam kondisi rumah dikepung banjir, biasanya masyarakat mencari sumber masakan yang serba praktis dan instan, seperti mi instan atau makanan siap saji lainnya.
Tapi, jangan sembarangan mengonsumsi mi instan, ya. Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD, mengingatkan untuk tidak sembarangan mengolah makanan instan. Mi instan yang terbaik adalah dimasak dahulu menggunakan api alias kompor.
"Pastikan mi instan dimasak dulu. Jadi, sebaiknya seduh mi instan tidak menggunakan air termos, melainkan harus direbus," ujar Prof Suleman saat dihubungi Suara.com, Rabu (1/1/2020).
Prof Sulaeman juga tidak menyarankan memasak mi instan menggunkan air dispenser yang suhunya tidak mencapai 100 derajat. Rata-rata suhu air panas dispenser hanya mencapai 72 derajat.
"Apalagi air dispenser itu suhunya cuma 72 derajat. Jadi, upayakan saat banjir tabung gas masih ada tersedia," ungkapnya.
Saat terjadinya bencana, tubuh yang sehat sangatlah penting untuk mempercepat pemulihan. Jadi kelengkapan nutrisi harus jadi faktor utama, apalagi saat bencana banjir yang seringkali jadi sumber berbagai penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga flu.
Jadi ia menyarankan saat mengonsumi mi instan, selain ditambah telur, tidak lupa menambahkan sayur apapun seperti bayam, kangkung, sawi, atau daun kol.
"Jadi kalau makan mi instan, tambah telor tambah sayur, sayur apa saja boleh, misal kangkung, bayam, sawi juga apa aja boleh. Plus makan buah-buahan," ungkapnya
"Intinya, kita menjaga tubuh kita agar imunitas kita cukup baik. Ya, kalau punya propolis, minum propolis kaya madu," tutupnya.
Baca Juga: Hindari Sakit, Fay Nabila Hindari Makan Mi Instan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak